jump to navigation

Film Kartun=Film Anak (?) 20 Agustus 2008

Posted by HeLL-dA in opini.
Tags: , , , , , , , , ,
trackback

conan.jpg

Beberapa ada yang berpikiran seperti itu. Saya masih menemukannya! Namun, kalau kita perhatikan tema dan alur ceritanya, sama sekali tidak! Ada banyak film kartun yang seharusnya diberi label untuk remaja atau bimbingan orang tua. Saya tertarik menulis tentang ini karena saya baru saja membaca surat kabar hari ini yang memberitakan mengenai beberapa tayangan yang perlu diwaspadai oleh pengamatan KPI. Di antaranya yang saya ingat adalah “Cerita SMA” di RCTI, “Bleach” di Indosiar, “Detective Conan” di Indosiar dan “Naruto” di Global TV. Nah, bukankah yang merajai dalam level diwaspadai adalah film-film kartun!

bleach2.jpg

Sedikit saya kutip dari harian tersebut dan agak melenceng dari yang saya bicarakan. Mengenai sinetron “Cerita SMA”, drama ini telah melanggar norma kesusilaan karena telah mempertontonkan alat kelamin anak laki-laki dan melecehkan orang yng bertubuh gemuk. Kembali mengenai film-film kartun. Untuk “Bleach” dan “Naruto” ada banyak adegan berdarah dan ekspresif. “Detective Conan”, pastinya kita sudah tahu! Rekonstruksi pembunuhan yang benar-benar detail dan wow! Saya sendiri terpukau dengan trik-trik pembunuhan yang disajikan. Sementara beberapa film kartun yang mungkin luput dari perhatian ada banyak adegan berciuman dan bercumbu-cumbuan, pakaian yang minim dan sebagainya. Salah satunya berjudul “Full Metal Panic“.

Membaca berita ini jadi mengingatkan saya pada ceramah beberapa tahun silam, yang juga diingatkan di harian yang saya baca itu. “Tom and Jerry” saja pun sebenarnya patut diperhatikan! Adegan-adegan yang tidak pantas dilihat oleh anak-anak ada di situ. Tindakan membalas dendam adalah intinya.

tom_and_jerry.jpg

Oleh karena para orang tua harus memperhatikan apa yang anak-anak mereka tonton. Bukan berarti melarang untuk menonton acara-acara tersebut namun orang tua hendaknya mendampingi. Sesuai label “Bimbingan Orang Tua”, orang tua perlu mengajarkan dan membimbing anak-anak mereka bukan saja mana yang baik dan yang buruk akan tetapi menanamkan nilai-nilainya sehingga anak-anak juga bisa berpikir bijaksana.

naruto.jpg



Komentar»

   1. andydeal - 20 Agustus 2008

ehm, g usah diberi label bimbingan orang tua, harusnya orang tua dah tanggap, slalu nemenin anaknya nonton tv.

   2. kanam - 20 Agustus 2008

Trima kasih atas kunjungan ke blog mas irul yang berlamat http://masirul.blogdetik.com

   3. tonosaur - 20 Agustus 2008

hehe tom n jeri maen pukul2 aja tuh lebih parah.. :lol:

   4. teles - 20 Agustus 2008

1. Gak suka Naruto.
2. Tom Jerri jg.
3. Doraemon apalagi,
4. *…………….* lupa mau nyebutin apa lg,
5. Yang jelas gw suka banget Curious George si Monyet kecil ma pria bertopi kuning titik.

   5. kishandono - 21 Agustus 2008

film kartun blum tentu buat anak-anak, apalagi Hentai :)

   6. khai - 21 Agustus 2008

Hmmm…..Mengingatkankoe pada masa kecil. Sekalipun sejak jamanya si Unyil aku tak pernah ngikuti perkembangan film kartun lagi, tp disaat senggang aku sering menonton scooby doo di tv–
KPI itu ibarat sapi Ompong–wong anggotanya itu mantan orang televisi semua kok. Jd dia tau mana yang layak dijual mana yang tidak. melanggar norma bila layak jual? mengapa tidak- itu yg sering terjadi.

   7. buluberuang - 24 Agustus 2008

klo chibi maruko chan pasti buat anak2 kan ^^

   8. Shinichi - 1 Nopember 2008

ngapain ya di bumi Indonesia ada badan yang ngawasin Film padahal to pasti anak keil yang pastenya nih nonton film kartun yang berbau kekerasan dan juga neh karan maseh dangkal pekeranna harusna kita temane si kecil pada saat nonton film agar tdak ada kekerasan dan juga ngapain juga kita repot mending temenin tuh adek / anakmu klo gak mo ada yang terjade ya klo terjade salahkan diri sendiri bilang napa gak dtemenin jangan salahkan orang laen kaleeee


jika anda melihat tulisan ini, aktifkan css anda