Agama-Penghancur Perdamaian Dunia (?)

Seorang pastor dari negara Jerman memberkati pasukan tentara yang akan berangkat ke medan perang. Sementara dari Austria, pastor yang lain juga memberkati tentara-tentaranya yang akan berangkat ke medan perang.

Apa yang kamu pikirkan membaca kejadian tadi?

Kedua pasukan itu akan saling berseteru di medan perang. Siapakah yang akan menang? Padahal mereka telah diberkati dan mungkin mereka adalah orang-orang yang tunduk kepada Allah mereka. Jika salah satu dari mereka menang, orang-orang akan berpikir berarti Allah berada di pihak mereka. Namun, bukankah kalau begitu Allah berat sebelah?

Sifat fanatik dari setiap penganut agama membuat banyak perseteruan.

Yah, ini tidak menjad dasar bahwa agama adalah penghancur perdamaian dunia. Di situ yang salah adalah orangnya bukan agama. Namun, ada pepatah yang mengatakan, “Pohon yang baik terlihat dari buahnya.”

Pernahkah kalian berpikir kenapa di dunia ini begitu banyak agama?

Dari mana semua agama itu berasal?

Ssstt…

Kalau kita merasakannya, para pemimpin dunia sekarng ini mulai mau berdiri sendiri, mereka ingin lepas dari bayang-bayang agama. Dan sebagai dalih mereka mulai mencurigai beberapa agama.

Popularitas agama sepertinya mulai berkurang.

Tampak dari orang-orang yang mengaku beragama tetapi sebenarnya mereka tidak menjalankannya. Begitu juga dengan pemimpin-pemimpin dunia ini.



239 comments ↓

#1   JinX on 08.08.08 at 09:28

yah… satu aja yang aku sayangkan,…..
kenapa musti nama agama itu dibawa2…
padahal itu kan privasi dan sangat berbagai macam persepsinya
tergantung bagaimana cara pandang kita kan….

#2   HeLL-dA on 08.08.08 at 09:37

Memang saya setuju dg anda, seharusnya nama agama itu tdk dibawa2…
Tetapi itulah yg terjadi sekarang ini…

#3   khai on 08.08.08 at 11:06

sebagai makhluk ciptaan-Nya, memang sudah hukum wajib dimanapun kita berada dan apapun yg kita lakukan kita tak boleh lepas dari Tuhan.
–tulisan ini bisa menjadi polemik lho–

#4   HeLL-dA on 08.08.08 at 12:14

Yup… Manusia memang tdk pernah lepas dr Tuhan. Bahkan mereka maih terus tetap mencari di manakah Tuhan…

Saya tdk punya maksud apa2 menulis ini.

Saya hanya sekadar menuangkan pertanyaan saya selama ini..

#5   Shocker on 08.08.08 at 15:35

HeLL-dA,

Menurut gue itulah kebesaran Tuhan, dia nggak pernah memihak, biarin manusia memilih. Mau jadi jahat atau baik, perang atau damai. Setiap pilihan yang diambil juga nggak ada konsekwensinya secara langsung. Kalo gue maen cewek juga nggak langsung masuk neraka. masih ada waktu untuk ngambil pilihan tobat. Jadi kalo ketika mau perang doa apa nggak boleh aja. Langsung perang tapi punya peralatan yang lebih canggih, contohnya nuklir, tanpa doa juga bisa menang.

Yang nggak bisa milih itu mahluk Tuhan lainnya: Setan, biar dia tobat juga nggak bakal masuk sorga. Malaikat juga nggak bisa milih kerjaan, nggak bisa jadi germo atau bandar ganja. Jadi jangan pernah elo kasih pernyataan double negation. Apa bedanya ngomong begini, “bisa nggak Tuhan nyiptain batu yang sangat gede, sehingga Dia sendiri nggak bisa ngangkat?”

Tuhan itu ada di mana-mana. Kalo elo pikir, kan bumi nggak ada batere-nya kok bisa muter. Perjuangan mencari Tuhan itu udah lama dilakukan nenek moyang kita dan udah dibukukan. Baca aja Boss.

#6   paps on 08.08.08 at 15:48

Bukan Agamanya …itu si Gila penggemar Yahudi saja biangnya.

#7   Busono on 08.08.08 at 16:08

kalo menurut aku..sich selama tdk ada penindasan buat yg lain…so pasti damai..cuman yg terjadi.kaum Muslim di tindas..sedemikian rupa (irak, Afganistas, palestina..dll …) dan bgt mrk bangkit membalas di anggap teroris….jd coba pakai logika…sejarah sdh membuktikan ..Amerika yg jelas telah menghancur luluh lantakan Irak…yg disalahkan justru kaum muslimin yg membela tanah airnya….

#8   agus on 08.08.08 at 16:25

Gak perlu bingung, dan jangan menyalahkan siapa-aiapa. Itu sudah ada skenarionya, kan dulu sebelum manusia diturunkan ke bumi, malaikat udah protes bahwa klo manusia diturunkan ke bumi akan membuat kerusakan di muka bumi.

#9   Sugeng Triwibowo on 08.08.08 at 16:31

Agama pada prinsipnya mengatur menuju ke arah kebaikan, tapi karena yang menjalankannya lebih cenderung ke arah nafsu, makanya agama dipelintirkan sesuai keinginannya.

#10   Atmo on 08.08.08 at 16:36

Kasihan juga ya manusia selama ini, cekcok terus karena permasalahan agama dan keberadaan Tuhan. Paling seneng ngomentari orang yang debat karena agama. Biasanya gua komen “ya kalau surga dan neraka ada, kalau nggak ada …. lha kan cuma nyia nyiakan waktu aja” mending hidup rukun sama semua mahkluk Tuhan.

Menurutku evolusi spiritual lebih penting dari pada agama yang dipahami secara hitam putih, wong waktu kejadian kejadian yang ditulis dikitab kita juga belum lahir….. akhirnya kalau disuruh buktiin cuma bisa bilang “katanya … jarene”

#11   hanifan on 08.08.08 at 16:41

huhh..kasuistis

#12   adjidarma on 08.08.08 at 16:45

beragama adalah sifat naluri manusia,bagaimanapun manusia akan selalu haus untuk mencari kepuasan batinnya,kalo kita baca cerita nabi ibrahim yang mencari tuhannya,disitu dengan jelas kita temukan kehausan manusia akan pemenuhan kebutuhan batinnya.trus soal agama,tergantung pemahaman orang yang beragama tersebut

#13   HeLL-dA on 08.08.08 at 16:53

Yup…
Pencarian manusia akan Allah tak pernah putus2nya sampai sekarang. Oleh karena itu, ada banyaak sekali agama dan kepercayaan di dunia ini.
Hal yg paling sensitif utk dibicarakan adalah agama..
Tdk pernah putus2nya pembicaraan yg satu ini..

Dan benar, bahwa agama telah menjadi alat…

#14   GHIRA on 08.08.08 at 16:53

SAYA SEPENDAPAT DENGAN ANDA BISA SAJA AGAMA MENJADI ALAT PEMICU PEPERANGAN KETIKA PENGANUT AGAMA YANG SATU MENGADAKAN MANUVER/OPENSIF TERHADAP AGAMA LAIN MISALNYA PENGHINAAN, PENODAAN ATAU UPAYA PEMURTADAN UMAT SATU AGAMA KE AGAMA LAIN. SEBAB SETIAP AGAMA MEMPUNYAI MISI MASING-MASING, BENTROKAN AGAMA AKAN TERJADI KETIKA SATU PIHAK MEMAKSAKAN AGAMANYA TERHADAP PENGANUT AGAMA LAIN ATAU MENGOBOK-OBOKNYA MAKA TERJADILAH PERTENGKARAN BAHKAN PEPERANGAN, MAKANYA BAGI PARA PEMUKA AGAMA HENTIKANLAH UPAYA UNTUK MEMURTADKAN ATAU MNGIMING-IIMINGI UMAT AGAMA LAIN AGAR MASUK AGAMANYA MISALNYA DENGAN DALIH KEMANUSIAN TAPI DIDALAMNYA ADA MISI AGAMA ( BANYAK TERJADI UPAYA PEMURTADAN UMAT ISLAM YANG DILAKUKAN OLEH KRISTEN) NAH TINDAKAN SEMACAM INILAH YANG BERBAHAYA YANG MENGAKIBATKAN TERJADINYA BENTROKAN ANTAR AGAMA. INTINYA AGAMA ITU LURUS TAPI PELAKU-PELAKU AGAMA INILAH YANG TIDAK LURUS MENGAMALKANNYA.

#15   Randu on 08.08.08 at 17:04

Topik-nya menarik, mari berpikiran positif, kebetulan contoh yang diambil adalah agama yang dianut oleh pastor. Semoga saja demikian.

Kalau mau dirunut lebih jauh, setelah Nabi wafat, sudah terjadi pertikaian dan pembunuhan atas nama agama dan Allah, menurut versi pelakunya.

Menjelang abad pertengahan, Turki melakukan aneksasi Konstantinopel yang berlanjut dengan penjajahan sebagian Eropa termasuk Spanyol juga dengan meneriakkan nama Allah dan demi ‘agamanya’

Sebagai reaksinya, Paus yang bertahta saat itu mengobarkan perang Salib demi nama Tuhan dan demi agamanya, yang kemudian dijawab dengan mobilisasi para bangsawan muda Inggris, Prancis, Jerman dan negara Eropa lainnya yang mengimpikan menjadi pahlawan untuk ‘agama’ mereka.

Irak dan Iran berperang juga dengan meneriakkan nama Allah dan agamanya.

Di Indonesia, ada partai politik agama yang mengganjal kandidat presiden wanita dengan ‘alasan’ agama. Walaupun setelah itu rela bersanding jadi wakil presiden sang presiden wanita.

Yang paling anyar, di Indonesia, ada ‘umat’ beragama yang merasa berhak menghakimi dan menghancurkan ‘umat’ lain yang menurut versi mereka sesat dan berseberangan.

Apakah agama yang menghancurkan dunia, atau segelintir penganut agama yang kebetulan punya kedudukan, punya posisi, mampu menggerakkan umat, tapi celakanya punya pemahaman yang sempit, pengetahuan yang amat terbatas, tidak mau belajar baik-baik, lalu memanfaatkan posisinya untuk berbagai keperluan. Mulai dari kepolosan dan keluguan emosi seorang pemuka agama, sampai kebejatan seorang seorang tokoh agama yang memanfaatkan posisinya dengan KEDOK agama untuk kepentingan pribadinya.

Agama yang salah, Tuhan yang salah, atau manusia yang mengaku beragama yang salah ?

#16   Bgoes on 08.08.08 at 17:21

Salam damai dan sejahtera…
Sebenarnya agama adalah pelarian manusia menuju Tuhan, menghindari ketakutan dan dosa, Esensi sebuah agama menjadi Rancu ketika memasuki wilayah spiritual (sifatnya tanpa batas ) dalam wilayah spiritual Agama banyak menolak, karna agama bersifat Eksklusif ( ada aturan main disana ) ini yg membuat agama bersifat EGOIS hanya mementingkan Kepentinganya saja,ini juga yg membuat agama blm Dewasa. Dibanding Spiritualitas yg umurnya seumur Bumi ini. Lihat saja kasus Ahmadiyah, dgn sombongnya Oknum dari sebuah partai, Bahwa ahmadiyah sesat, menurutnya Ahmadiyah tdk layak ada diindonesia. Kita tidak punya Hak mencampuri IBADAH orang lain, Ibadah Adalah urusan Manusia dg TUHAN titik ngga ada koma, bahkan terhadap orang Atheispun harus kita hormati.
Sulitnya Cinta Kasih berkembang di negara ini, makanya dg forum ini, saudara-saudaraku semua mari bersatu dg cinta kasih, buang embel-embel yg sifatnya membelenggu, kita semua adalah saudara, agama,ras,partai itu semua adalah bumbu kehidupan, esensinya kita berdampingan dalam Cinta Kasih…….

#17   Anti Corrupt on 08.08.08 at 17:25

Saya penasaran. apa yang nulis tulisan ini beragama atau tidak? karena kalau Ybs beragama, untuk apa pakai judul seperti itu? kalau tidak ya wajar saja. No Offence.

#18   sekar on 08.08.08 at 17:30

agama bukan penghancur, tapi orang dibalik agama yang ngaku beragama yang bikin semua jadi runyam,…hal2 yang ngga seharusnya dibikin runyam jadi sengaja dirunyamkan karena ego manusia2 berkedok agama tertentu… akhirnya orang cuma melihat cover agama X adalah penghancur, agama Y brutal..etc…

#19   David on 08.08.08 at 17:41

maaf nih…buat…. semua ya… dalam hati dan mata kita pernah kepikir ga sih….? hal yang kecil bisa merusak hal yang besar..?
mari kita… saling koreksi diri dan saling mengasihi, menghargai, mengerti, percaya dan damai.

#20   RESI on 08.08.08 at 17:41

Untuk menapak ke depan marilah kita saling bergandengan dengan spiritualitas yang baik atas agama yang kita anut, agama jangan di bawa-bawa untuk kebersamaan dan saling menghormati. Sekali lagi dengan spiritualitas kita dapat bersatu dan maju bersama.

#21   parto wawan on 08.08.08 at 17:47

Agama adalah kekayaan budaya dunia. Religiositas adalah kekayaan semesta. mengapa ada perang? Karena mereka beragama. Seandainya mereka memiliki religiositas, niscaya tak terjadi perseturuan. Parahnya, orang mencampuradukkan pengertia agama dengan religiositas.
Tuhan bukanlah Oknum beragama, Tuhan adalah Oknum religius.

Sampai kapan pun akan terjadi perseteruan antar agama, bila manusia tak mengubah orientasinya pada religiusitas.

Parto Wawan - Program Doktoral Filsafat Timur Westfaellen Deutschland

#22   sobirin on 08.08.08 at 18:13

MELIHAT AGAMA DENGAN MATA HATI NISCAYA KITA TIDAK TERKONTANIMASI DENGAN ATRIBUT KEKERASAN ATAS NAMA AGAMA, BENAR DAN SALAH ADALAH NISBI, PADA SAAT KITA MERASA AGAMA SATU LEBIH BAIK DAN BENAR DIBANDING AGAMA LAIN, DETIK ITU JUGA KITA ADALAH BAGIAN DARI MEREKA YANG MENGHANCURKAN DUNIA ATAS NAMA AGAMA.

#23   nabz on 08.08.08 at 18:21

gw stuju sm pndpatnya Busono,,,

daridulu sampe sekarang moslem selalu menjadi sasaran dari amerika,,Sebenarnya mereka takut akan populitas muslim dunia yang begitu banyak,,dan mereka takut dunia akan dikuasai oleh muslim,,

Wait and See aj Islam pasti berjaya!!
Amin,,,

#24   tomcat on 08.08.08 at 18:41

“Imagine the world without religion…”. Itulah lantunan lagu Imagine karya almarhum Johnn Lennon. Dapatkah saudara2 membayangkan sejenak, dunia tanpa adanya agama2….. Apakah akan menjadi lebih baik atau sebaliknya?

Jika sama saja, berarti memang perang, terorisme, kejahatan dll, tidak ada hubungan langsung dengan agama, melainkan penafsiran, daya nalar, pemikiran dan intelektual orang per orang yang memegang peranan.

Agama adalah ciptaan manusia, bukan berasal dari “Tuhan”. Jika ada Tuhan yang berat sebelah, membela/memberkati suku bangsa tertentu, tetapi mencela, mengutuk suku bangsa lainnya, maka Tuhan seperti itu tidak layak disembah. Karena sama seperti orang tua mengajarkan anak2nya. Tuhan seperti itu adalah egois, tidak memberikan contoh yang patut.

#25   AMG on 08.08.08 at 18:51

SEJATINYA AGAMA

“Selera musik anak jaman sekarang benar-benar payah!”

“He-eh … coba aja perhatiin, mana ada lagu-lagu jaman sekarang yang ‘evergreen’! Baru sebulan-dua ngetop, udahnya ilang gak kedengeran lagi!”

“Iya bener! Apalagi sekarang ini banyak grup-grup vokal jamuran, sebentar ngetop gak lama ilang gak kecium baunya!”

Dialog seperti diatas lumrah terdengar di kalangan orang-orang dewasa paruh baya. Mereka menganggap jaman mereka adalah sebuah jaman keemasan yang selalu mereka banggakan. Agak berlebihan memang ketika sebuah lagu atau sekelompok grup musisi bisa menimbulkan fanatisme luar biasa pada diri mereka, bahkan ketika mereka sudah meninggalkan masa remaja dan berganti kepala umur 3 atau 4 ke atas. Dan memang sebuah kenyataan seandainya budaya sekarang jauh lebih instan daripada budaya jaman mereka tumbuh dan berkembang. Jangan coba-coba menggempur selera lama mereka. Mereka akan ’sangat’ terganggu karenanya!

Rupanya fanatisme bukan hanya monopoli agama atau kepercayaan politik dan ideologi saja. Seni pun memberi ruang bagi terciptanya fanatisme. Bagaimana sebuah seni mampu menciptakan fanatisme? Jawabannya ada pada seni itu sendiri. Ketika peluang melakukan apresiasi dan interpretasi terbuka, maka diskursus karya seni menjadi berkembang sedemikian rupa sampai tiba pada satu momen ketika tidak ada lagi ruang yang tersisa bagi berlangsungnya diskursus. Pada titik inilah bibit fanatisme muncul ketika kepuasan puncak telah dicapai seiring dengan terhentinya aktivitas apresiasi dan interpretasi. Fanatisme akhirnya jatuh kepada peleburan identitas pribadi para pengagum kepada apapun yang menjadi sumber kekaguman itu: musiknya, penyanyinya, konsernya, dan sebagainya. Bahkan ketika seorang penyanyi terkenal mengucapkan sepatah kata “hai” di panggung, gemuruh teriakan histeris menyambut kata itu demikian hebat seakan sanggup meruntuhkan atap stadion!

Namun satu ketika para pengagum itu akan berhenti pada satu titik nadir. Bukan kebosanan, tapi lebih pada timbulnya ‘ketidakpuasan’ yang menghentikan daya apresiasi tadi. Ketika saat itu tiba, bagi mereka yang tak pernah berhenti melakukan pencarian, akan melakukan eksperimen dengan mencoba-coba mengapresiasi karya seni yang lain. Begitu seterusnya.

*****

Makna ‘tuhan’ dalam agama ternyata ibarat seni. Apresiatif dan bahkan interpretatif, yang dilandasi dari persepsi pribadi sebuah pengalaman keagamaan. Pengalaman keagamaan yang kering, akan mengeringkan pula makna ‘tuhan’. Jadilah ‘tuhan’ yang dipahami sebagai sebuah hasil olah pemikiran manusia. Olah pikir ini menciptakan ruang bagi aktivitas apresiasi dan interpretasi, yang kemudian sampai pada titik jenuh, terhenti dan berkembang lagi beranak-pinak membentuk banyak sekali cabang-cabang yang masing-masing memiliki pengikut. Sebagaimana halnya dengan seni, ketika ruang aktivitas itu semakin menyempit, penganut agama akan mengalami kepuasan puncak yang tidak terbandingkan oleh apapun. Pada momen inilah timbul fanatisme berlebihan terhadap citra pemahaman keagamaan. Tuhan tidak lagi bermakna kontemplatif, tapi dogmatik! Agama sudah menjadi tuhan itu sendiri!

Pemahaman keagamaan ‘konvensional’ demikian membuat pengikutnya gampang terjebak pada fundamentalisme. Ada kenyamanan tersendiri dalam paham agama konvensional ini. Kerinduan akan puncak kejayaan masa lampau, memberikan inspirasi tersendiri. Namun begitu dihadapkan pada fakta keadaan yang terkadang sangat jauh berbeda, timbul perasaan terusik yang tidak jarang berubah menjadi sebuah gerakan. Keadaan ini menimpa pada hampir semua agama, dimana tindakan pemberangusan atau bahkan penghancuran - baik inter maupun intra agama - disahkan seakan-akan itu datangnya dari firman Tuhan.

Sebagaimana halnya dengan seni, suatu saat penganut agama itu pun akan tiba pada titik kejenuhan ketika merasakan ‘keusangan-keusangan’ dalam ajaran agama itu sendiri. Disini dibutuhkan lagi-lagi kreatifitas dalam memaknai ajaran agama, agar sesuai dengan perkembangan jaman. Bagi seorang pencari nilai hakikat kebenaran, ajaran agama hanya merupakan alat pencari nilai kebenaran itu. Agama bukanlah kebenaran itu sendiri. Dan pada ujung pencarian itu, selalu akan ‘dijumpai’ perasaan takjub tak terperi terhadap Kebenaran Yang Bukan Kebenaran, sebagai Hakikat Sejati Kehidupan. Ketika itu dialami, yang timbul adalah perasaan luruh dan lebur dalam kesatuan makna yang tidak akan pernah dapat terucapkan. Yang menciptakan kerinduan teramat sangat.

*****

“Tapi anak jaman sekarang kreatif-kreatif ya! Banyak lho yang tidak pernah ikutan sekolah musik, tapi justru bisa main alat musik lebih bagus daripada anak-anak yang kursus!”

“Yah kalo emang ndak bakat, mau disekolahin kayak apa juga ya tetep aja ndak bisa!”

Bakat. Itulah yang membedakan seorang pencari dan bukan pencari. Dalam musik, seorang yang memiliki bakat musik tinggi tidak akan mau tunduk sepenuhnya pada partitur, tapi selalu haus untuk mencari setiap kemungkinan-kemungkinan baru, dan jika perlu merombak tatanan. Namun tidak jarang para pencari itu mendapati dirinya terlalu jauh kebablasan meninggalkan harmoni seni sebuah musik. Orang tua tentu akan menutup telinga mendengarkan jenis musik mereka, namun para pengikutnya tetap akan dapat menikmati sajian hingar-bingar walaupun terasa sangat jauh dari harmoni.

Kreatifitas keagamaan yang kebablasan memang telah didemonstrasikan oleh beberapa golongan. Dan tidak jarang berakhir pada peragaan absurditas, tindakan bunuh-diri massal, sebagai suatu bentuk ekspresi puncak. Namun kreatifitas yang lebih ‘berbahaya’ adalah kreatifitas yang dilakukan oleh bukan seorang pencari, karena dia tidak segan-segan untuk melakukan akrobat berbahaya semata-mata hanya menggunakan agama sebagai alat. Bukan alat pencari kebenaran, tapi alat pembenaran dirinya sendiri!

Tidak mudah memang untuk menemukan seorang pencari sejati. Dan hari-hari ini kita menemukan satu lagi, bukan pencari kebenaran, tapi pencari pembenaran!

Waspadalah!

#26   susanto on 08.08.08 at 19:23

Itu karena manusia berusaha menerjemahkan Tuhan itu seperti apa. Tuhan itu mutlak, dan tidak perlu di perdebatkan atau bahkan di tulis di ayat-ayat. Hanya bisa dirasakan oleh orang yg beriman dan percaya. Agama yang saya anut bahkan tidak di jelaskan Tuhan itu rupanya seperti apa, sejarah dll, karena terlalu luar biasanya bahkan tidak bisa di jelaskan oleh akal dan pikiran. Nah ketika manusia berusaha mentranslate Tuhan itu seperti apa, maka muncul perdebatan, sayangnya perdebatan kusir yang tidak berakhir sampai sekarang. Sudah banyak yg mati dari generasi ke generasi akibat debat kusir. Sekarang kita was.. was… dunia di kelilingi bom nuklir, begitu bom nuklir melesat, itu mungkin hari kiamat tiba, dan ketika kiamat tiba, barulah yang msh hidup (itu pun kalau masih hidup) sadar kalau penyebab kiamat itu bukan Tuhan melainkan kebodohan manusia itu sendiri. Bahkan mencairnya es di antartika itu sendiri adalah kebodohan manusia itu sendiri. Tuhan sudah kasih ciptaan terbaik yaitu Bumi, tapi manusia dari generasi ke generasi saling bantai-bantaian dengan menyebut nama Tuhan. Pathetic

#27   orang udik on 08.08.08 at 19:47

Orang yang percaya akan Tuhan, Surga dan Neraka cenderung untuk saling tolong-menolong. Orang yang percaya pada AGAMA cenderung untuk menunjukkan seperioritas, saling menyalahkan dan menghasut. Saya orang udik berpendapat bahwa sesungguhnya AGAMA itu buatan manusia.

Bukan AGAMA yang menentukan kehidupan manusia di akhirat, bukan TUHAN yang menentukan manusia masuk surga atau neraka, tapi manusia itu sendirilah yang memilih kehidupannya sendiri di akhirat. Orang yang mengaku beragama dan mengaku percaya terhadap Tuhan, beribadah dan berteriak-teriak menyebut nama Tuhan, tapi setiap harinya makan uang haram, korupsi, berbuat nista, berbohong dan menipu, menyakiti dan merampas milik orang lain, akankah ia masuk surga? tentu tidak! Orang yang tidak mengetahui tentang agama, tidak mengenal Tuhan, tapi sehari-harinya penuh kasih, ringan tangan dalam membantu orang lain, selalu menjaga moral, etika dan budi luhur, akankah ia masuk Surga? aku tak tahu! tapi yang jelas ia takkan masuk neraka!

Agama dan Perang??? Itu hanya ulah manusia untuk membenarkan perang! Perang memerlukan alasan! dan agama adalah salah satu alasan yang ‘enggan’ untuk diperdebatkan…

Aku orang udik yang percaya akan satu Tuhan, yaitu Allah yang disembah oleh Abraham, Ishak dan Yakub. Tapi aku tidak percaya dengan AGAMA. Agama A mengajak untuk menjauhi agama B, agama B menentang agama C, agama C melarang pernikahan beda agama.

Di mataku AGAMA a, b, c … hanya seperti anak-anak yang mencari perhatian orang tua nya guna memperebutkan warisan, dengan cara mencari pendukung untuk membenarkan diri sendiri dan menjelek-jelekan saudaranya yang lain…

Pernahkah terpikir? jika semua manusia menganut satu dan hanya satu agama, apakah perang akan hilang? tidak! Perang akan tetap ada, hanya alasannya yang berbeda.

#28   EvO-X on 08.08.08 at 20:13

kita semua harus berlapang dada saat kita berbicara tentang ini…
di benak gw, semua agama sebenarnya adalah baik dimata-Nya…
dan gw pikir Tuhan itu hanya satu (kalo Tuhan banyak menurut agama masing2, maka bentuk manusia juga akan beda2 tergantung gaya seni Tuhan masing2…iya nggak???he hehe)
dan gw pikir, sebenernya agama itu diciptakan manusia sendiri, walaupun masing2 ayat atau perintah Tuhan memang datang dari anugrah Tuhan yang bener2 masih misteri…
semua agama itu baik adanya, janganlah pernah menjelek-jelekkan agama lain yaa???
menurut gw inti dari agama dan juga ajaran Tuhan sebenernya adalah cinta kasih, dimana kita diwajibkan untuk mencintai sesama, bukan hanya orang tua atau pacar saja…
sewaktu kita sudah berniat untuk membenci orang lain, maka dari diri kita pun sudah ada niat untuk mencela ajaran Tuhan…

intinya, semua kekacauan di Bumi ini ada karena Umat manusia, sekali lagi bukan karena adanya perbedaan agama, bukan keinginan Tuhan juga, tapi mungkin ini juga udah dijalankan Tuhan atas manusia.
kekacauan ini karena adanya sifat bruk manusia, terlebih lagi kalo ada orang yang “fanatik sempit” yang bisa membuat saling menjelek2kan agama lain…

ok???sekian dari saya…

#29   servant_man on 08.08.08 at 20:17

ga’ usah bingung. yang pasti, Allah swt telah memberikan petunjuk terbaik kepada manusia apa yang seharusnya dia lakukan di dunia ini. persoalannya sering manusia memilih jalan sendiri yang menurutnya baik. padahal….. namanya juga manusia, pasti punya kepentingan dan nafsu pribadi, so let’s back to what’s God said….

#30   Ucok Baba on 08.08.08 at 20:31

kalau menurut aku tidak ada yg salah dengan agama. Yang salah adalah manusianya. justru agama mengajarkan manusia untuk berbuat baik selama manusia hidup di dunia. dunia hancur karena keserakahan manusia, bukan karena agama.

kalau contohnya seperti tentara jerman dan austria diberkati doa oleh pastor, itu ibaratnya seorang ibu mendoakan anaknya ke medan tempur meskiipun musuh yg dihadapinya itu bukan musuh sesungguhnya menurut agama.

kehancuran dunia bukan karena agam tapi karena keserakahan manusia.

#31   rodo on 08.08.08 at 20:52

Hi HeLL-dA
Judul artikel anda bisa dijawab dengan YA dan juga TIDAK.
Karena kenyataannya ada agama yang penhancur perdamaian ada juga yang tidak. Ada agama yang mengajarkan membenci sesama (karena bukan pengikut agama ybs) ada juga agama yang mengajarkan sesama manusia (apapun keyakinannya) adalah saudara. Ada agama yang mewajibkan pengikutnya memerangi pengikut agama atau keyakinan lain ada juga yang tidak
Contoh-contoh silakan dicari sendiri…

#32   yerri on 08.08.08 at 21:04

kembali ke khitah kita sebagai manusia…..kita dikaruniai akal pikiran dan hati nurani….coba digunakan dengan sebaik2nya karunia kita ini…karena ini lah yg membedakan kita sebagai manusia dengan mahluk yang lain…

#33   alfa.blogdetik.com on 08.08.08 at 21:29

Cobalah berfikir dengan sudut lain:

APA YANG DAPAT DILAKUKAN DUNIA INI KALAU TIDAK ADA AGAMA ?

Saya yakin:
1. Dunia masih gelap gulita, manusia ada di jaman batu SELAMANYA
2. Tidak ada tantangan bagi manusia untuk berfikir. Fikiran manusia hanya difokuskan pada kelangsungan hidup (survival) saja. Tidak ada bedanya dengan binatang
3. Tidak ada kata “beramal”. Sehiingga manusia berhubungan dengan manusia lainnya hanya didasari oleh nafsu dan keinginan.
4. Mungkin, kemajuan teknologi tidak akan seperti sekarang ini.

SADARILAH, AGAMA ITU MEMBUAT ORANG BERFIKIR
BUKAN KARENA BERFIKIR ITU MANUSIA BERAGAMA

#34   ketanyu on 08.08.08 at 21:41

seseorang,sekelompok orang,senegara. punya kepentingan untuk bertahan hidup.
sebut saja hutan rimba. macan makan rusa. utk bertahan hidup.
begitulah sebenarnya manusia “bertahan hidup”
Agama, memunculkan Tuhan Untuk menyemangati diri, menyemangati kelompok yang punya kepentingan yang sama. Berdoa Atas namaNya, Atau di Doakan Oleh petinggi2 agamanya. karena manusia percaya, kalau Tuhan memberkati, menyertai kita.

1. Saya tiap pagi berdoa, untuk minta perlindungan, minta disertai, minta kesehatan, untuk saya dan untuk orang yang saya sayangi. Baik Bukan ? dan Ternyata emang berhasil, membawa saya untuk semangat di dalam hidup. Aku pikir kalian juga melakukan hal yang sama.

2. Seorang Dokter berdoa untuk pasien-pasiennya. –> hal wajar. akan membantu dia dalam mengobati pasiennya.
dan bila itu dilakukan bersama pasiennya.. maka si pasien akan bersemangat untuk hidup, manut ma dokter, menjalani terapi dokternya. dan akhirnya sembuh.

gak jauh beda ma cerita pastor heLLda. betul bukan?

coba kita pikir, siapa yang mengajarkan itu semua? Jawabnya adalah AGAMA.

Agama gak salah, Tuhan Gak salah, Manusia Gak Salah, kepentingan Gak salah.
Yang salah adalah………………
Aku pikir…………………….
Dunia ini sudah terlalu sempit untuk Menampung kita semua.
Makanan dah mulai kurang,
BBM mulai Menipis.
Bumi Makin Panas.
makin banyak orang
makin banyak suara mesin terdengar di kuping
biiiissssssiiiiiiiiiing…….di mana2…… bikin stresssss……

#35   boo' on 08.08.08 at 21:50

Kalo menurut saya si, bukan agama yang menjadi penghancur dunia, tapi para penganut agama yang salah mengerti agama mereka, yang menghancurkan dunia.
Soalnya sampai sekarang, saya belum pernah mendengar ada agama yang tujuannya destruktif.
Jadi, kalo ada kejahatan mengatasnamakan agama, pasti disebabkan oleh orang2 yang belum punya cukup persepsi tentang agama yang mereka anut dan hati yang besar untuk menghargai perbedaan.

Peace out.

#36   yudhalicious on 08.08.08 at 22:51

itu namanya agama pastur! bukan agama Tuhan.

#37   dena on 08.08.08 at 22:59

bukan agama yg mbuat kita masuk surga ato neraka, tp bagaimana kelakuan kita di dunia.

#38   Djavan on 08.08.08 at 23:11

Semakin jelas, agama tradisional mulai ‘ketinggalan jaman’, ngga bisa digunakan untuk memahami kompleksitas kehidupan, apalagi kalau dianut secara ‘membabi-buta’. Agama mesianik (Islam, Kristen), karena berangkat dari dogma bahwa ‘tuhannyalah yang paling benar’ (konsekuensi logis dari prinsip bahwa tuhan hanya satu) maka keduanya berlomba-lomba menyebarkan ‘kebenaran’ dan pasti berbenturan di mana saja. Jadi Islam vs Kristen itu sudah inheren berseteru, dari sononya, biar dibolak-balik gimana. (Lucu juga ya, kalo emang tuhan itu ada dan cuma satu, kenapa ga seluruh umat manusia diislamkan atau dikristenkan sekaligus, ga usah pusing-pusing memakai tangan manusia). Kalo gua sih setuju sama Atmo, lo boleh percaya ada Tuhan, boleh juga gak percaya, ato percaya ama yang lain, ato lo sembahyang pake cara lo sendiri, terserah, karena itu masalah ‘kepercayaan’. Siapa yang tahu isi hati atau penghayatan seseorang. Boleh aja lo kelihatan sembahyang, tapi di kepala lo isinya menghayal bini orang lain. Bagi gue, yang penting lo gak merugikan orang lain. Pis man!

#39   doe on 08.08.08 at 23:18

yang salah itu saya teman-teman

saya yang menghancurkan dunia krn saya tidak berbuat apa2 melihat fenomena yang ada

tapi saya memulai dari diri saya sendiri untuk tidak melakukan hal2 negatif (normatif sih) yang berlaku di lingkungan saya berada (baik itu kekerasan, kejahatan dll) atas nama agama

peace man
just want 2 make the world better

yuk kita buat dunia ini indah

#40   tresna on 08.08.08 at 23:45

ah menurut sayah mah itu mah orangnya yg salah..tapi kadang kalo salah memahami agama bisa jadi penghancur juga.jadi belajarah dengan betul apa itu agama..belajar yg bener ya.jangan setengah2 belajarnya.ga usah ribut mikirn agama yg lain..berkacalah terhadap diri sendiri sejauh mana kontribusi kita?…

tresna
*yg masih belajar

#41   jojo on 08.08.08 at 23:51

Menurut penganutnya, agama/kepercayaan adalah kebenaran yang absolut. Karena itu sangat berbahaya bila agama jadi komoditi, yang tujuan sebenarnya adalah nafsu (kekuasaan, uang, dll). Jadi beragama itu berbahaya donk? Kalo gitu kita jadi atheis aja semua, damai deh dunia :)

#42   penipu on 08.09.08 at 01:06

saya sangat setuju , ternyata setelah belajar , terdidik, dan tidak selalu percaya akan omongan pemuka agama yang kadang lulusannya tak jelas , menganalisa seperti metode ilmiah saat belajar biologi di SMA tidak sekedar dogma yang harus diterima tapi logika…..
- sebagai contoh : perempuan di ciptakan dari dari rusuk laki- laki ??? tampaknya ilmu kedokteran rusuk laki-laki dan wanita sama ndak ada bedanya.
Rasa keinginan akan mendapatkan pahala dengan menyebarkan /mensiarkan ajaran dengan harapan mendapatkan tiket sorga dengan memasukkan ke agama diringa / konversi terutama umat islam dan kristen…ingat islamisasi jawa dengan pembunuhan dan pengejaran orang jawa sampai sembunyi di Pegunungan tengger dan Bali serta kampung naga…. yang mungkin leluhur dari pembaca milis ini..yang karena pengaruh luar ( arab dan barat ) membunuh saudaranya dan mengejarnya …Jadi perusak dunia adalah kaum pemuka agama dengan mengajarkan dan membelokkan pengertian ayat-ayat sehingga kesian orang / pelajar yang mau belajar agama di ajarkan yang nggak - nggak bukan universal
Nasehat saya :
-Jadilah orang yang baik secara universal, bukan kaca mata agama sendiri
-Ingat hak asasi manusia
-Belajar tentang lingkungan hidup/ merawat alam
-Belajar agama sendiri yang umum bukan yang aneh-aneh
-Jangan terlalu percaya akan omongan pemuka agama,. pakai akal sehat
-Jangan terlalu belajar ayat agama seperti belajar UUD 45 atau pasal - pasal KUHP yang tiap masalah tidak pernah satu suara : masalah gender, poligami, emansipasi , pussiiiinnnngg ..cari intinya aja
- berbuat baik pada semua manusia di muka bumi
- Agama jangan di politisir
- Belajarlah olah rasa, jati diri, pendalaman jiwa bak pohon padi semakin berisi semakin menunduk, bukan seperti sekarang hapal ayat seperti pelajaran , pasal - pasal KUHP tapi kering di jiwa…liar dan garang seperti FPI , tuhan tidak perlu dibela sudah pintar dan kuat

#43   sunnyCA on 08.09.08 at 01:29

Islam VS kristen, Kristen VS Islam, Katolik VS Protestan, etc….. Islam ngerasa terjajah karena banyak misi kemanusiaan dari negara-2 barat berkedok penginjilan (or you can say permurtadan), yang kristen ngerasa terjajah juga karena ada oknum-2 islam yang ngerasa paling benar dan berhak menghancurkan gereja karena “itu agama kafir” yang protestan ngerasa ajaran katolik ngga’ bener, and vice versa dan kasus-2 lain yang berujung konflik umat beragama. So….think about it readers…. mungkin apa yang ditulis Helda ada benernya.
Saya baca comment-2 diatas, ternyata masih ada juga yang “kebakaran jenggot” . Ha..ha.. saya sarankan untuk membuka cakrawala pikir Anda lebar-2, bahwa di era manapun, golongan apapun, kalau tujuannya memaksakan paham terhadap golongan lain, ujung-2nya pasti konflik.
Agama, jika dicampur-baurkan dengan emosi, ambisi politik, fanatisme arti sempit, ngga’ ada bedanya dengan aliran sesat.
Sebelum Anda menghakimi agama lain (yang dibilang sesat, kafir, barbar, teroris etc), berkaca-diri lah dulu…. apakah Anda sudah menjalankan agama Anda dengan benar, apakah Anda lebih suci dari orang lain?

#44   mr Sim on 08.09.08 at 03:32

Selama agama dipakai untuk kepentingan pribadi begitulah hasilnya, tetapi bila agama dipakai untuk kepentingan/kebutuhan bersama itulah yang diajarkan agama yang benar. Sesama manusia sama harkatnya dimata Tuhan.

#45   icansky on 08.09.08 at 04:35

KEIMANAN….PENGHARAPAN….KASIH , TIGA HAL YG MENJADI ESENSI DASAR BERAGAMA DI DUNIA INI ,DAN YG TERBESAR DAN TERPENTING DARI KETIGANYA ADALAH KASIH!!!!
CELAKANYA KITA SERING MENINGGALKAN/MELUPAKANNYA..KASIH!!

#46   Jono on 08.09.08 at 05:02

Jancok lo ,sembarang ngomong ,eh kalo punya ide yg bgs yg bisa dicerna olh otak jgn asal nuls ,orang kayak lo ini mesti dihpus,…ingat lo

#47   mas yuda on 08.09.08 at 05:55

kok mikirnya spt anak kecil? tidakkah anda selama ini mendapat pengalaman hidup yg dapat menjawab topik yg anda ajukan td? saran saya perluas wawasan anda, buka mata, buka telinga, dan please stop theory!

#48   Nisa on 08.09.08 at 06:39

Sudah beragama saja masih perang, bisa bayangkan kalau manusia dibumi ini tidak beragama? yang perlu dicermati adalah sejauh mana penghayatan dan pengamalan ajaran agama yang dianutnya.

Agama membuat manusia memiliki tujuan mencapai keridho’an sang Pencipta, tidak melulu mengejar dunia dan tidak menjadikan dunia sebagai tujuan akhir hidupnya.

Bila setiap umat beragama menjalankan syariat agamanya dengan sungguh2 bisa dibayangkan betapa damainya dunia karena setiap orang akan berpikir ulang sebelum membuat kerusakan di bumi.

#49   arie soetrisno on 08.09.08 at 07:06

Saya tidak setuju dengan istilah agama. Menurut saya istilah agama memang sengaja diciptakan untuk tujuan memecah belah umat manusia. Dan ini terjadi sekarang, truth claim dari satu agama dengan agama lain menjadi triggering factor timbulnya konflik antar umat beragama itu sendiri. Ironisnya pesan yg tersirat & tersurat pada tiap-tiap agama adalah toleransi & perdamaian. Dalam keyakinan yg saya peluk istilah agama tidak ada yg ada adalah ajaran atau paham. Istilah ini menurut saya sangat universal karena sumber dari ajaran tersebut tidak hanya diperuntukkan untuk satu kaum atau golongan saja tapi untuk semua golongan. Setiap manusia baik sebagai individu atau komunitas berhak untuk membaca, mempelajari, memahami menghayati, meyakini & mengamalkan isi dari ajaran tersebut. Tuhan dalam kitab suciNya tidak menggunakan istilah agama karena ke Maha TahuanNya. Hal ini Dia lakukan semata-mata agar manusia bisa hidup selamat & sejahtera dunia & akhirat.

#50   dodi on 08.09.08 at 07:31

Manusia makhluk terbatas. Sedangkan Ciptaan Tuhan Amat luas. Tetapi manusia dibekali misi dalam hidup ini. Untuk melaksanakan misi tersebut manusia dibekali dengan 4 perangkat penting yaitu Hati, Instink , akal dan tubuh sempurna yang cukup sebagai bekal untuk menjalankan misinya. Hati adalah komponen utama yang mempengaruhi akal, sedangkan akal adalah pusat dari kontrol tubuh atau perbuatan.

Ciptaan Tuhan selain manusia sangat luas, sehingga tidak semua ciptaan tersebut dapat dikenal oleh manusia. Hal-hal yang manusia tidak dapat mencapainya sedangkan hal tersebut sangat penting bagi manusia untuk dapat menjalankan misinya diberitahukan kepada manusia lewat wahyu. Sebagai contoh adalah adanya alam akhirat, alam malaikat, surga neraka dll. Termasuk juga misi manusia diatas bumi ini di wahyukan kepada manusia. Tetapi tidak semua manusia diberi wahyu, hanya beberapa orang terpilih saja yang mendapatkan wahyu. Orang ini disebut Nabi. Ajarannya disebut agama samawi atau agama wahyu.

Hanya saja dalam perjalanannya penyampaian wahyu ini tidak diberikan sekaligus, hal ini disebabkan keempat unsur yang ada pada manusia bersifat dinamis, sehingga wahyu tersebut diturunkan secara berangsur-angsur sesuai dengan dinamika manusia. Terakhir adalah wahyu yang diturunkan Kepada Muhammad, dan Tuhan telah menganggap cukup pemberitahuan atau wahyu tersebut diberikan kepada manusia sehingga setelah itu tidak ada wahyu lagi.

Nah kira kira begitulah gambaran sangat kasar ttg agama, pembuktiannya mari kita tunggu setelah hari kiamat siapa yang lebih benar.

#51   JinX on 08.09.08 at 07:41

wah banyak banget responnya…. :D
ini maslaah sensitif soalnya…
yah jangan dipakai buat yang nggak nggak dan berpikiran aneh-aneh…
jadikan tulisan ini bahan renungan dan pelajaran…
kalo ada negatifnya ya jangan diambil…
ambil postifnya aja…. betul…?? -peace-

#52   Trinity on 08.09.08 at 07:47

Kehidupan adalah peperangan antara good & bad …. setidaknya itu akan terjadi di dalam diri setiap manusia.

Tuhan memberikan berkah pada manusia untuk selalu terinspirasi oleh-Nya, maka timbullah agama.
Yang jadi masalah adalah, keterbatasan manusia seringkali memperkosa agama atas nama agama.

Maka penting sekali bagi kita semua untuk betul-2 memahami hidup yang sesungguhnya.

Gunakan otak untuk mencari dan hati untuk menyaring informasi, sehingga diperoleh informasi yg
jernih tanpa pretensi.

Namun acuan besarnya adalah humanity bahkan university.

Jika anda sudah tidak membedakan lagi antara anjing dan manusia dan antara emas dan tahi kuda,
maka anda sudah lulus ujian dunia dan bisa bergabung dgn Sang Pencipta ….

Sejarah dunia adalah sejarah peperangan, masih banyak lagi untold story ttg pencerahan … carilah ….

#53   anak semesta on 08.09.08 at 07:49

ah,,,,mending kaya gw,,ga punya agama,,,
jadi ga perlu repot2 mengkotak2kan orang lain dengan atribut itu,,,,
yg jelas buat gw,,,luw manusia,,n gw juga manusia,,,
itu dah cukup buat gw untuk ngehargain kalian,,,,
simple kan?????
jangan liat orang dari apa yang mereka pakai,,,,,,
yah dengan kata laen,,,,ga perlu ngeliat orang laen dari agama ato atribut apapun yg menempel ma orang itu,,,
tapi cukup hargain orang laein sebagai makhluk hidup aja,,,,

yah klo mo ngomong yg menyangkut soal agama siy,,,
menurut kalian “DI DUNIA INI,,,ADA YANG TERCIPTA TANPA CAMPUR TANGAN TUHAN???”
so,,klo kalian ngerti bahwa ada campur tangan Tuhan dalam setiap detail kehidupan,,,lo pasti bisa ngehargain orang laen tanpa harus ngeliat apakah orang itu se-agama ato ga ma kalian,,,
right??????

#54   Ari Santjoko on 08.09.08 at 08:34

Kalo menurut saya, semua agama diciptakan untuk mengatur kehidupan manusia dari segi spiritualnya dan saya yakin semua mengajarkan hal-hal yg baik. Agama membuat kita menjadi yakin ada kuasa diluar kemampuan manusia yg sangat besar. Itulah yg disebut dengan iman.
Toch kalo ada yg melakukan kekerasan dengan mengatasnamakan agama itu karena dia mempunyai niatan2 tertentu dibalik semua itu. Apakah karena politik atau pemikiran yg sempit mengenai ajaran agamanya. Kembali lagi karena kita hanyalah manusia yg mempunyai sifat ingin memiliki, ingin berkuasa lebih dari orang lain. dan itu juga tercatat dalam sejarah masa lalu yang kelam.
So, let’s make this world be a better place for living. Pikirkan global warming yg sudah menunjukan alarm akan kehancuran bumi kita tercinta ini. PEACE!!!

#55   kirosojati on 08.09.08 at 09:08

Yah, agama memang sudah mejadi bagian politik oleh para pihak yang sebener-benernya tidak mengerti Hakikat Hidup, COBA simak lagu Ebit G.A.D salah satu bait … Tuhan ada di sini di dalam Jiwa ini … saya sebagai orang Indonesia (Solo) salut atas pencipta lagu tersebut, ya itulah yang menurut saya mendekati kebenaran “secara pribadi bahkan saya mengatakan itulah yang sebenar-benarnya”.

Jalan ketuhanan tidak dapat dedefinisikan oleh salah satu faham saja, bila kita mau mendekatkan diri pada Tuhan yang baik menurut saya adalah Puasa selain Romadhan, pada saat puasa sebaiknya tidak makan sahur “mungkin ini bertentangan dengan salah satu agama, namun itulah yang saya lakukan dengan puasa panjang, kita akan menangkap suara hati, HATI TEMPAT BERSEMAYAM ROH dan pasti selalu jujur, orang dewasa di dominasi oleh akal, sering ngakali dan nakal, dan mengada - ada demi kepentingan sendiri & kelompok (POLITIK)

Setelah kita sering melakukan PUASA dan membuka secara urut Al-Qitab “terjemahan dari yang terpercaya sekalipun” , qita akan menemukan apa yang sebenarnya? korelasi antara judul & isi?

Manusia hidup adalah rangkaian (Raga, Jiwa & Akal)

Thanks my dear, all the best

#56   Jovi on 08.09.08 at 09:22

Saya pikir, kedua pastor tadi tidak memberi berkat supaya pasukan menang. Keduanya mendampingi tentara sebagai pribadi, sebagai manusia, yang saat maju perang ada dalam ancaman maut. Kalau logikanya seperti tulisan artikel di atas, teroris, koruptor, pencuri, pelacur … tak perlu disapa lagi sebagai manusia. Manusia, apa pun suku, agama dan keyakinannya, perlu tetap diperlakukan sebagai manusia.
Saya setuju popularitas agama cenderung menurun, kecuali pada mereka yang dibuai asap candu agama, yang menjanjikan kesejahteraan palsu. Begitu para tikus politik memimpin, atas isu agama, mereka bisa jadi bisa lebih korup. Lho, mereka kan bukan malaikat. Agama kan hanya dipakai sebagai alat bagi politik.
Selama agama tidak peduli pada kemanusiaan, kasih dan damai, keadilan dan kesejahteraan, tapi hanya bla, bla , bla … doa saja, maka agama akan berwajah kejam. Bahkan atas nama Allah pun, orang bisa dibantai, didiskriminasi, dibom. Capek deh!

#57   lois supernikov on 08.09.08 at 09:42

kadang kita mengatasnamakan agama paddahal itu bukan kehendak dan keinginan agama .tapi itu ambisi pribadi yang dinamakan ats kehendak tuhan.krn tuihan sudah memberikan kebebasan pada manusia untuk memilih.

#58   Roli on 08.09.08 at 09:53

Isu lama… Lama bener malah…

#59   jokoparadise on 08.09.08 at 09:54

tuhan rindu pada mereka ingin segera bertemu..!!

#60   HeLL-dA on 08.09.08 at 10:04

Saya tdk menyangka ada banyak sekali respon atas tulisan saya ini. Tapi intinya saya bukan ingin membanding-bandingkan agama yg satu dg yg lain, makanya saya jg tdk mengambil contoh yg begitu sensitif di negara kita ini. Saya adalah orang yang beragama jg.

Oya, tadi ada salah satu yg berkomentar bahwa para petinggi2 agama ada yg membelokkan ayat2.
Yup, itu memang benar. Bahkan dulu, kitab spt misalnya Alkitab tdk diizinkan disebarluaskan dan dibaca oleh masyarakat umum atau kaum awam.

Maka dari itu kita tdk hanya menerima begitu saja apa yg diajarkan tetapi meyelidiki apakah itu memang sesuai dengan kitab Tuhan itu. Lalu, mulailah dari perbuatan dan tingkah laku kita dahulu…

Semoga hal ini menjadi renungan kita semua.

Peace..!
GBUs

#61   Pranto on 08.09.08 at 10:28

Salam Damai untuk kita semua yg menghuni BUMI..

Dari sekian banyak opini dari wacana diatas, pada intinya kita harus memahami dulu apa sebenarnya agama. Mungkin klo kita kembali kebangku sekolah, sudah pernah diajarkan apa itu AGAMA. A= TIDAK, GAMA KACAU.. Jadi agama adalah pemersatu makluk Tuhan (MANUSIA) untuk saling damai tanpa harus membedakan aliran Agama. Dari semua opini yg saya baca dengan cermat, saya sangat tertarik dengan wacana yang di sampaikan sunnyCA,,, kita koreksi diri kita terlebih dahulu dengan jujur.. Siapa kita sebenarnya.. Apakah kita suci, baik dll seperti yg Tuhan inginkan.. Ini mohon maaf ya, menurut yg saya tahu agama manapun yang ada di dunia ini mengajarkan penganutNya demikian: JIKA KAMU INGIN DIHARGAI, HARGAI LAH ORANG LAIN ( WALAUPUN BEDA AGAMA), JIKA KAMU INGIN DISAYANGI, MAKA SAYANGILAH ORANG LAIN. Dan satu hal, Agama jangan jadi alat untuk saling menjatuhkan. Dan untuk HELDA setuju banget, wacana ini jangan dibuat jd alat untuk PENGADUDOMBA.. ambil makna positifnya dan jadi renungan untuk pembelajaran bagi kita untuk lebih dalam lg memahami arti AGAMA sesungguhnya…. DAMAI HATI DAN PIKIRAN, itu yg kita dambakan. sALAM

#62   piet on 08.09.08 at 10:32

Agama itu bukan alat .. akan tetapi merupakan petunjuk hidup umat manusia untukmeraih kebahagiaan Dunia maupun akhirat .. dan Agama yang di Ridhai oleh Allah adalah agama islam. ISlam .. Rahmat bagi sekalian Alam..
Rahmat untuk seluruh makhluk2x-Nya. Pelajari islam !!

#63   dekisugi on 08.09.08 at 10:47

Bisa dirunut kok satu per satu. Dasar awalnya setiap agama mengajarkan kedamaian. Kalo ada umatnya yang berperilaku merusak dan membuat keonaran di muka bumi, kembalikan saja pada rujukan agamanya masing-masing. Ada gak hal itu diajarkan di kitab suci mereka? Bertentangan gak? Kalo gak ada, ya berarti pengikut itu yang keblinger. Agamanya tetep oke.

Cek, ketika agama A menguasai dunia, apa yang terjadi? Kedamaian? Alam dijaga kelestariannya? Bagaimana kehidupan masyarakatnya?

Cek, ketika agama B menguasai dunia, apa yang terjadi? Damai di bumi? Atau kapitalisme merajalela? Imperialisme dimana-mana? Masih inget Gold, Gospel, dan Glory? Telusuri dokumen2 kuno, siapa yang turut serta dalam misi kapal perang masa2 kolonialisme? Mereka ribut soal paru-paru dunia, kriris hutan, dsb. So, kemana hutan2 di dataran agama B berkembang biak? Agama mana yang bilang bumi itu datar dan pusat tata surya? Kenapa Copernicus dan Galileo jadi korban? Kenapa perpustakaan dibakar dan museum dihancurkan?

Cek, ketika agama C menguasai dunia, apa yang terjadi? Bagaimana dengan peradaban manusia? Ilmu pengetahuan?

Ketika kita tidak percaya Tuhan, maka pada saat itulah terbukti bahwa Tuhan itu ada.

#64   soekoen on 08.09.08 at 11:03

PIET RIEZIQ.. tulisan lo diatas kayak pedagang kaki lima jualan kaoskaki 1000 3 biji… bikin malu muslim yang laen lo….gak usah promosi gitu lah, elo pikir islam gak laku sampai nawar2in ke orang laen?….shame you!

#65   HeLL-dA on 08.09.08 at 11:05

@ Dekisugi

Padahal pada waktu itu jelas2 Alkitab dg jelas menyatakan di Yesaya 40:22,
“Dia yang bertahta di atas bulatanbumi…”

Tetapi Galileo pada saat itu dijadikan korban atas pernyataannya mengenai bentuk bumi ini sebenarnya…

#66   Si janggo on 08.09.08 at 11:15

Mmm… Menarik juga tulisannya
agama hanya seperangkat aturan saja, sama dengan peraturan2 lainnya.
Pelaksanaannya tergantung apa yg terdapat pada isi kepala masing-masing yg menganutnya.

Agama dan Tuhan itu tetap suci apapun yang dilakukan oleh pemelukNYA.

#67   Drupa-D on 08.09.08 at 11:38

piet Says……

Masalah paling ga ada ujung tuw ya cuman masalah agama, 2000 tahun ribut cuma masalah agama…. Agama adalah tuntunan, bukan Tuhan. Jangan memper”Tuhan”kan agama, fanatisme dan doktrin hanya akan membuat bumi ini semakin “panas” Be cool and just open mind.

#68   PEACE on 08.09.08 at 11:40

Agama? Tuhan?
Hari gini masih percaya sesuatu yang tidak bisa dibuktikan secara nyata?
Jaman sekarang masih percaya hal - hal mistis?
Apakah benar akan adanya tuhan atau setan?
Ada yang pernah melihat dan bisa membuktikannya?
Atau cuma “katanya” orang, atau guru agama disekolah?
Kalau anda percaya pada hal - hal mistis atau tuhan, janganlah percaya pada teknologi demikian juga sebaliknya.
Jadilah orang yang mencintai sesamanya dan berbuatlah sesuatu yang tidak menyakitkan orang lain dan jagalah sumber daya alam yang ada dari kepunahan, maka anda adalah TUHAN yang sebenarnya bagi seluruh dunia dan seluruh umat manusia.

#69   EQUAL on 08.09.08 at 11:45

semuanya tergantung napsu masing masing , napsu tergantung dari hati dan pikiran , mari kita bersihkan hati dan pikiran kita , kita tanya caranya kepada orang orang ahli , bukan kepada sekedar orang yang mengaku pendeta atau pastor atau ustad atau habib karena mereka punya kepentingan masing masing untuk mengumpulkan orang untuk mendukung misinya. terkadang mereka menyalahkan orang yang tidak sealiran, karena mereka ( orang yang bersifat seperti ini ) berarti mengingkari kebesaran Tuhan Pencipta Alam dan segala ISINYA. Agama bukan penghancur dunia .

#70   tonosaur on 08.09.08 at 11:49

wah mantap nih.. komentarnya.. :shock:
hmm.. tapi kebanyakan komentar emang menyalahkan manusianya sendiri kok..
dan memang kenyataanya seperti itu,, manusianyalah yang salah..

bukan begitu betul tidak..???
xixixii..

#71   Rakyat on 08.09.08 at 11:54

DUNIA AKAN DAMAI, jika kita semua bisa menerapkan sesuai ajaran Islam yaitu : LAKUM DINUKUM WA LIADIN ( UTK MU AGAMAMU DAN UTK KU AGAMAKU ), amin.

#72   fender_stratocaster on 08.09.08 at 11:59

BRAVO FOR sunnyCA

#73   arifin on 08.09.08 at 12:01

agama itu jalan hidup yang ditawarkan Tuhan. apabila manusia memahami agama yang benar dan menjalankan akan memberikan perdamaian dan kedamaian diri dan masyarakat. cobalah menjalankan agama secara konsekuen tidak diembel-embeli nafsu dan godaan setan. insyaallah akan sejahtera kita. inilah realitanya agama dicampur nafsu dan menuruti jebakan setan maka demikian ini dunia jadinya kacau. ok?

#74   Sabar....sampai ajal menjemput on 08.09.08 at 12:09

Manusia diciptakan dengan semua cerita yang di sebut TAKDIR, tetapi manusia di beri kelebihan untuk berfikir dan merasakan yaitu akal dan hati. Kalo hati yang berbicara tentunya akal sehat akan merespon baik dan buruk dengan segala yang ada di otak kanan dan kiri, jangan kotori hati dengan yang tidak baik.Lakukan penalaran yang rasional dengan sudut pandang yang berbeda karena hak masing2 manusia. Kalo tidak baik buat kita belom tentu buat orang lain tidak baik.Manusia diciptakan dengan kasih dan sayang ARROHMANNIROCHIM……

#75   no name on 08.09.08 at 12:09

apa sih itu agama????? bagiku tidak ada agama dalam kamus ibadahku.
yang ada hanyalah aturan, menjalankan aturan yang telah dibuat oleh yang kuasa di dalam kitabnya.

manusia sekarang berbuat menurut hawa nafsunya dan hanya ikut-ikutan saja.
barang siapa berhukum selain hukumnya Allah, maka dia adalah orang yang sesat.
siapapun itu, mau dia seorang kyai yang telah naik haji 100x at seorang pastur at juga pendeta.
kalo hukum yang dia pake adalah hukum buatan manusia (bukan hukum Allah) maka mereka orang sesat.

kata agama adalah sebuah kata terjemahan yang tidak dipahami oleh orang
yang kemudian menjadikan perpecahan umat di dunia ini.

siapapun anda dan apapun keyakinan anda
jika anda berhukum/menyelesaikan suatu perkara bukan berdasarkan yang Allah tetapkan dalam kitab2nya
maka anda akan menjadi orang yang sesat dan saling menghancurkan satu sama lainnya.

#76   jamblang on 08.09.08 at 12:34

“Allah tidak membutuhkan kita, tetapi kitalah yang membutuhkan Allah”

“Bila seseorang mencari Allah tapi TIDAK membutuhkannya, maka orang tersebut hanya mencari “Pembenaran” atas dirinya”

#77   geela kali y on 08.09.08 at 12:41

i pikir sebetulny yg jd penghancur dunia tuh, termasuk anda , abis nama u jg pake ada Hell - nya sech ! sbrnya anda bisa nyadarin donk harusnya dengan anda melemparkan masalah yg sekarang anda bukakan, anda juga berpotensi utk menghancurkan dunia.

agama adalah satu hal yg dicreate oleh manusia dalam pencapaian mereka menuju surga ( versi manusia ), but ketika kerjain yg namanya ibadah, disitulah bisa u nilai and rasakan ilai keintiman loe dgn penciptamu. So u ga ush pusing2 lah kasih hasil pemikiran loe, yg menurut gue emang didasarkan atas sesuatu yg negatif,coba kalau u berpikir positif, so u ga akan bukain hasil pemikiran mu skrang ini, but hw ever manusia bebas berpendapat. Tapi next coba aja bahas sesuatu yg bisa lebih berati utk diri u and orang2 sekitar u, karena sebetulnya juga dunia ini semakin hancur khan coz manusia terkadang terlalu ngada - ada, termasuk u ! he,,,,,he,,,,,,,,

#78   Alexander on 08.09.08 at 12:43

Koq sepertinya HeLL-DA tidak mengerti esensi dari pemberkatan tersebut sih. Jelas bahwa pimpinan Agama bukan memberkati agar pasukan menang dan membunuh musuh, tetapi mendoakan keselamatan orang per orang tentara yang notabene adalah umat Tuhan.
Jelas bahwa setiap agama pun menginginkan adanya perdamaian di dunia dan akhirat. Hanya saja manusia dengan ego dan kesombongannya mencoba untuk mengalahkan orang lain, dan tidak ada satupun agama yang menganjurkan umatnya berbuat demikian.

#79   PATO on 08.09.08 at 12:43

Yup benar popularitas AGAMA memang berkurang…,
AGAMA sudah jadi komoditas politik…,
selalu ada tendensi di dalamnya…

tendensi perebutan UMAT,
tendensi kesombongan kehebatan AGAMA,
tendensi meningkatkan IMAGE karena menjalankan ritual (padahal kelakuannya busuk),
tendensi PEMBENARAN terhadap perbuatan menyakiti orang lain…,

tidak ada yang sadar kalo mereka sudah MENUHANKAN agama dan kitab sucinya,
lebih tinggi dari TUHAN itu sendiri…

Walau bagaimanapun TUHAN ada dan tidak berhenti mencurahkan kasih dan berkah-NYA…

#80   Pithecantropus Erectus on 08.09.08 at 13:04

Saudara Hellda
banyak orang memang mulai kritis pada Agama. selama ini Agama adalah wilayah steril yang nggak boleh dikritisi. menghina agama = menghina Tuhan. Padahal Tuhan lebih dulu menciptakan manusia. manusia ada di bumi sejak sejak 2 juta tahun yang lalu, agama diciptakan manusia sebagai manifestasi pencarian Tuhan baru ribuan Tahun, seperti Tao/Khong Hucu/Hindhu kira2 7 ribu tahun yll, Buddha kira-kira baru 5.000 th yll, Kristen 2.000 th yll, islam 1.400 th yll.

Klo ukuran masuk surga dan neraka harus menganut salah satu agama tsb di atas, kasihan dong manusia2 sebelum ada agama seperti manusia purba jaman dinosaurus. sebaik-baiknya mereka hidup tetap masuk neraka karena belum beriman pada nabi2.

Mosok Tuhan diskriminatif ? di mana kebesaranNya ? Percaya to Tuhan Maha Adil ?
jadi itulah bukti bahwa Agama bukan Tuhan.

Tuhan ada di mana-mana, di dalam hati orang yang berperilaku bener dan baik secara universal.
Tuhan tidak hanya di monopoli sekelompok agama saja.
begitu…

Salam dari nenek moyang orang indonesia
( yang belum mengenal agama karena jamannya )

#81   gw on 08.09.08 at 13:09

gw paling gak suka bersosialisasi ..agama di bawa bawa
agama adalah hak asasi kita kepada Tuhan YME

trus terang..agama gw, gak tekun
tp Alhamdulillah- gw gak terjerumus ke lembah nista

sebenarnya..rajin shalat atau apapun..gak menentukan kita seseorang menjadi baik
tergantung manusia itu sendiri character dan sifatnya

kerja gw gak pernah korupsi, sementara banyak orang mengejek gw..gak shalat…tp mereka yg rajin jg sering korupsi alias manipulasi faktur / bensin dsb

hanya krn uang seperak dua perak …menghalalkan segala cara
atau memandang gw kerja sama cina..gpp…korupsi bensin..

itu pemikiran aneh..

Iman , character, sifat dan cara kita di didik dalam keluarga yg menentukan

sebaiknya agama jangan di singgung singgung dalam sosialisasi
krn itu hak mutlak hak asasi tiap individu

salam jujur dan damai dari ku

mari bangung sifat jujur di manapun kita berada

#82   soekoen on 08.09.08 at 13:18

Ada satu cerita soal agamayang bisa kita renungkan bersama, ini cerita sebetulnya yang terjadi disuatu distrik di kota Dortmund, di jerman beberapa tahun silam…. Ada sekolah kanak-kanak didistrik itu yang murid-murid mungilnya terdiri dari pribumi jerman, dan orang asing, rata2 imigran dari dari eropa timur dan negara2 muslim, termasuk turki. Pada suatu saat wali murid beragama muslim mengusulkan untuk diadakannya kelas agama islam untuk anak2 mereka itu. Singkat cerita, setelah rapat dewan guru dll. ..sekolah itu menyetujui adanya kelas agama islam untuk anak2 itu, masalahnya siapa yang mengajar kelas agama itu,..setelah disepakati, pihak sekolah menyerahkan ke para wali murid untuk mencari guru agama yang tepat untuk putra-putri nya itu. Problem nya terjadi disini… Pada saat sekolah mengijinkan pendidikan agama islam di sekolah kanak-kanak itu, terjadilah perdebatan diantara wali murid yang mengusulkan adanya kelas agama islam itu, …mereka memperdebatkan mahzab apa yang cocok dipakai disini, disatu sisi mengusulkan Sunni jadi basisnya, disisi lain menginginkan syiah…. Perebatan tiada henti untuk mencapai platform yang sama… pada satu titik yang memanas…pihak sekolah memutuskan BATAL untuk kelas agama tsb, guna menghindari ekses yang tidak diinginkan bersama…. Moral cerita ini bukan masalah benar dan salah, baik dan jelek, tapi bagaimana manusia dan egonya menunggangi AGAMA…. satu kisah kecil mungkin dari kisah-kisah yang lebih suram tentang pemahaman agama di muka bumi ini….

#83   haso on 08.09.08 at 13:32

saya tidak percaya agama sebagai pemicu kekerasan, justru hawa nafsulah yg memicunya, ada aktor-aktor yg memang sengaja membenturkannya misalnya di maluku dulu. sedangkan agama hanya dijadikan alat atau alasan untuk melakukan kekerasan itu sendiri. hawa nafsu manusia lah yg menjadi penyebab berbagai kekacauan di muka bumi ini. seks bebas salah satu sumber hawa nafsu yg plg besar yg melatih manusia tdk bisa mengendalikan dirinya.

#84   Ben Wayan on 08.09.08 at 13:59

Apakah semua agama sama dan tuhan yang sama, kalau tidak sama tuhannya maka masing-masing tuhan punya ciptaannya masing-masing. Apakah realitanya kita di dunia ini adalah ciptaan dari tuhan kita masing-masing. Apakah tuhan kita itu tidak berebutan kapling dan bawaan mahluknya, bahkan tuhan itu juga bisa berperang di semesta ini. Nah lo gimana nih Hmmm……

#85   Faith on 08.09.08 at 14:07

Jangan mengandalkan agama, mulailah beriman leih…
Jangan ikut2an membela agama, jagalah imanmu sendiri, dan dukunglah orang-orang di sekitarmu untuk lebih beriman, apapun agamanya..

#86   cecep on 08.09.08 at 14:16

BUAT SAUDARAKU2 YG BERAGAMA,COBA TANYAKAN PD DIRI KALIAN SENDIRI2,TUJUAN AGAMA KITA ITU APA,,BUKANKAH AGAMA TELAH MENGAJAK KITA TUK SLL HIDUP RUKUN DAN SALING MENGHARAGAI TERHADAP SESAMA.NAH,,,, DARI SITU AJA HARUSNYA KITA DAH TAHU AKAN JAWABANYA.SEKARANG MARILAH KITA TEPIS BERSAMA2 TENTANG PENDAPAT BAHWA “AGAMA ADL SEBAGAI PENGHANCUR PERDAMAIAN DUNIA” ITU HANYA ULAH ORG2 YAHUDI YG INGIN MENGADU DOMBA DAN MENGAMBING HITAMKAN AGAMA.INGAT LHOO,,,,BAHWA ORG YAHUDI ITU BANYAK DI SEKITAR KITA JG.MAKA HATI2 DAN SLL WASPADALAH JGN SAMPAI MAU DI ADUH DOMBA OLEH MEREKA.

#87   MASLUL NAJIH on 08.09.08 at 14:34

ngaa salah..!! manusia d berikan kelebihan dari mahluk lain,,yg d sebut akal..akal manusia terbatas ”allah”tempat suci “dan kbenaran yg hakiki hanya punya NYA ,,INGIN TAU KEBENARAN YG HAKIKI DG MENDEKATKAN DIRI KPDNYA ,,,,INGIN dekat dg NYA KIATA HARUS SUCI ..karena apabila kita ingin memiliki akal ‘pikiran,hati yg suci,,,akan mendapatkan kebenaran yg hakiki“` caranya agama tadi yg menuntunnya agama“`tinggal satu pertanyaan apakah kita sudah suci,,,?tanya nurani masing2,,,d situ ada jawabannya,,,dan pabila kita sudah suci dari segala hal kebenaran yg hakiki akan terjawab,,,jadi ngga usah ribut2/malah jadi ribet….heheheheh

#88   Sen on 08.09.08 at 14:41

Agama itu urusan manusia dengan yang di- Atas. Jangan dicampur2 dengan hubungan antar manusia. Itu adalah masalah iman masing-masing. Jangan saling menjelekkan, menghina, menghujat satu sama lain. Pokoknya kalau mau berdebat soal ini, ingat aja yang namanya Tuhan cuman ada SATU

#89   naynuyaz on 08.09.08 at 14:52

GITU AJA REPPPPPPOOOOOOOT T T T T T T ……., “Temukan dulu Kerajaan Tuhan” baru akan diberi penggertian tentang TUHAN….., Tuhan Ada Bersamamu, Lebih Dekat pada Urat Leher….Selamat menuju ke Tahta-Nya….

#90   saia on 08.09.08 at 15:07

TUGAS SETAN SALAH SATUNYA ADALAH MEMBUAT MANUSIA NEGATIVE THINKING DENGAN LOGIKANYA KEPADA TUHAN NYA. HELL- DA, LU SETAN YA JIAKAKAK. PANTESAN NERAKA SEPI TANPA LU TUH.

#91   oti on 08.09.08 at 15:21

agama memeng bisa menjadi penghacur, banyak sekali orang bersembunyi / dengan kedok agama untuk kepentingan sendiri.agama tidak bisa menyelamatkan, (hati dan hidup) kita kalau hidup kita tidak lebih baik bagaimana dengan orang yang tidak beraagama.

#92   No CECEP on 08.09.08 at 15:26

cecep Says:
Agustus 9th, 2008 at 14:16

BUAT SAUDARAKU2 YG BERAGAMA,COBA TANYAKAN PD DIRI KALIAN SENDIRI2,TUJUAN AGAMA KITA ITU APA,,BUKANKAH AGAMA TELAH MENGAJAK KITA TUK SLL HIDUP RUKUN DAN SALING MENGHARAGAI TERHADAP SESAMA.NAH,,,, DARI SITU AJA HARUSNYA KITA DAH TAHU AKAN JAWABANYA.SEKARANG MARILAH KITA TEPIS BERSAMA2 TENTANG PENDAPAT BAHWA “AGAMA ADL SEBAGAI PENGHANCUR PERDAMAIAN DUNIA” ITU HANYA ULAH ORG2 YAHUDI YG INGIN MENGADU DOMBA DAN MENGAMBING HITAMKAN AGAMA.INGAT LHOO,,,,BAHWA ORG YAHUDI ITU BANYAK DI SEKITAR KITA JG.MAKA HATI2 DAN SLL WASPADALAH JGN SAMPAI MAU DI ADUH DOMBA OLEH MEREKA.

Yang ada di sekitar kita bukan orang yahudi, tapi habib-habib arab yang kerjaannya bikin onar!!!!

#93   ayu on 08.09.08 at 15:45

Shocker!!!! Pendapat kamu paling top menurut gw.

Nambah dikit ya…. Tulus dan ikhlas untuk menjalani hidup, ngk usah neko-neko….. Malah Keblinger nanti,

#94   Faith on 08.09.08 at 16:31

HeLL-dA Says:
Agustus 9th, 2008 at 11:05

@ Dekisugi

Padahal pada waktu itu jelas2 Alkitab dg jelas menyatakan di Yesaya 40:22,
“Dia yang bertahta di atas bulatanbumi…”

Tetapi Galileo pada saat itu dijadikan korban atas pernyataannya mengenai bentuk bumi ini sebenarnya…

Bulatan bumi… HE, who sit above Circle of the earth….
Bukan menyatakan bahwa bumi itu bulat, hanya keseluruhan alam raya aja penekanannya… Kalo Helda tulis lengkap isi ayat tersebut, sama sekali tidak menyatakan ide galileo tentang alam semesta.
Hukuman mati buat Galileo jelas kesalahan besar yang telah dilakukan Gereja di masa lampau. Tapi biarlah kita belajar dari kesalahan itu, bukannya mengulang lagi dengan pembunuhan-pembunuhan yang lain atas nama agama.

#95   NoNe on 08.09.08 at 16:46

Diambil dari http://www.suaramerdeka. com
Suatu malam, seorang perempuan sedang menunggu di stasiun. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal keberangkatannya tiba untuk mengisi waktu,ia membaca buku dan membeli sekantong kue di stasiun, lalu mencari tempat untuk duduk. Sambil duduk perempuan tersebut membaca buku sambil menikmati kue yang baru saja dibelinya.Dalam keasyikannya tersebut ia melihat lelaki di sebelahnya dengan begitu berani mengambil satu kuemiliknya yang berada di antara mereka. Perempuan tersebut mencoba mengabaikannya agar tidak terjadi keributan. Ia terus membaca, sambil mengunyah kue.Sesekali ia melihat jam.Sementara itu, lelaki pencuri kue terus saja mengambil satu persatu kuenya.Ia pun semakin kesal.Perempuan itu sempat berpikir “kalau aku bukan orang baik, sudah ku tonjok dia!” Setiap ia mengambil satu kue, lelaki itu juga mengambil satu. Ketika hanya tinggal satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu.Dengan senyum mengembang dan tawa gugup, lelaki itu mengambil kue terakhir dan membaginya 2.Dan berani-beraninya, ia menawarkan sebagian untuk perempuan itu. Perempuan itu pun merebut kue itu dan berpikir, “ya ampun, orang ini berani sekali, kasar dan tidak tau terima kasih.” Belum pernah rasanya ia begitu kesal.Ia menghela napas lega saat akhirnya kereta yang ditunggunya tiba di stasiun.Ia mengumpulkan barang miliknya dan segera memasuki kereta, tanpa menoleh kepada ’si pencuri tak tahu terima kasih’ Ia segera mencari tempat duduknya, membereskan barang-barangnya, dan bersiap kembali membaca bukunya.Kereta telah mulai melaju.Saat merogoh tasnya, ia menahan napas dengan kaget.Ternyata, di situ tersimpan kantong kuenya, masih utuh. “Ya ampun, kok milikku ada di sini”, erangnya dengan patah hati.Ternyata, ia lah yang sebenarnya si pencuri kue, bukan laki-laki itu.Bahkan, dia adalah laki-laki baik hati yang mau berbagi kue miliknya meskipun perempuan itu memandangnya dengan sinis. Tapi apa mau dikata, suda terlambat untuk minta maaf. Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering terjadi.Kita sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri,serta tak jarang kita berprasangka buruk terhadapnya. Orang lain lah yang selalu salah,Orang lain lah yang patut disingkirkan,Orang lain lah yang tak tahu diri,Orang lain lah yang berdosa,Orang lain lah yang selalu bikin masalah,Orang lain lah yang pantas diberi pelajaran. Padahal, Kita sendiri yang mencuri kue tadi, kita sendiri yang tidak tahu malu.Kita sering mempengaruhi, mengomentari, mencemooh pendapat, penilaian atau gagasan orang lainsementara sebetulnya kita tidak tahu betul permasalahannya.

#96   Ririh Priyatna Jafar on 08.09.08 at 16:56

Kita harus berfikir cemerlang dan mendalam.
Bahwa Al Khalik menciptakan manusia beserta dengan seperangkat aturan-aturan-Nya agar manusia dapat hidup sejahtera dalam keridhaannya. Dan sudah menjadi fitrah manusia bahwa sebagai makhluk wajib mengabdi dan beribadah kepada Khaliq.

Islam adalah agama yang berbeda dengan agama-agama lain, baik itu agama samawi lainnya yahudi dan nashrani ataupun yang bukan agama samawi seperti hindu, budha dan lain-lain. Di mana Islam selain sebagai agama juga sebagai idoelogi yang mempu memecahkan segala problematika kehidupan. Sedangkan agama-agama lain hanya mengajarkan hal-hal yang sifatnya ibadah ritual (doktrin keagamaan) dalam artian tidak ada yang namanya sistem ekonomi, politik, pemerintahan dan sebagainya di dalam agama-agama selain Islam. Dimana dalam kehidupan dunianya mereka mencari sistem alternatif lain, yaitu ideologi sekulerisme atau sosialis komunis atau juga Islam.

Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin, yaitu rahmat bagi seluruh alam. Maka dari itu segala penyimpangan dari Islam maka kerusakanlah bagi alam. Termasuk peradaban manusia.

#97   No CECEP on 08.09.08 at 17:07

Justru karena agama yang mengaku lengkap, dapat mengatur semua sendi kehidupan manusia inilah, bumi kita hancur….

#98   No CECEP on 08.09.08 at 17:10

Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin, yaitu rahmat bagi seluruh alam?

Bener??????? Nyatakan itu pada para korban bom bunuh diri, para korban bom bali, atau orang-orang yang tempat ibadatnya dirusak oleh FPI.

#99   Ane on 08.09.08 at 17:19

Janganlah sekalian kaum musli wal muslimat membawaagm dalam suatu permasalaan

#100   ibn on 08.09.08 at 17:53

ISLAM SOLUTION

#101   tom-pel on 08.09.08 at 18:02

cape de..
cuma orang tolol yang tetap berperang, dan bikin rusuh

kata pepatah,
musuh tak dicari,
tapi kalo ketemu pantang dielakkan..

luw cari masalah sama wa, wa lawan,

#102   herson on 08.09.08 at 18:19

makanya

#103   herson on 08.09.08 at 18:23

MAKANYA NEGARA KOMUNIS MELANG ORANG BERAGAMA KARENA MENURUTNYA DIANGGAP SEBAGAI PENGHAMBAT KEHIDUPAN SOSIAL
MAKANYA HAI UMAT BER AGAMA SADARLAH APA GUNANYA SERMBAHYANG KALAU TIDAK BISA MENGASIHI SESAMA MANUSIA KALIAN NOL NOL BESAR

#104   herson on 08.09.08 at 18:24

mAKSUD GUE KOMUNIS MELARANG ORANG BERAGAMA

#105   masa sie on 08.09.08 at 18:33

mas Ririh Priyatna Jafar kayak sales agama Islam ya, sempat2nya bikin iklan agama. hehehhe liat buktinya atuh ?
emang sie org islam lbh hebat yaa. liat aja kejadian WTC, bom bali 1 & 2. memang top markotop yaa.

#106   herson on 08.09.08 at 18:35

jADI ISTILAHNYA …. MUNAFIKLAH …… APABILA KITA SEMBAHYANG ……………. KEPADA YANG TIDAK KELEHATAN TAPI MANUSIA …….. ORANG TUA KITA DAN SEMUA MANUSIA YANG KELIHATAN TIDAK BISA KITA KASIHI………………… MUNAFIKLAH TUH………………OMONONG KOSONG TONG KOSONG BUNYINYA NYARING ………… KAYA GENDANG

#107   Haris on 08.09.08 at 18:38

Agama, menurut saya, adalah ” ageman ” yang boleh/bisa dipakai, diganti, menurut keperluan, keadaan, suasana hati, dll. Selama pemakainya tidak mengganggu orang lain, melanggar hak-hak orang lain, mengganggu ketertiban, melanggar undang2/peraturan/etika masyarakt pakaian, apapun boleh dikenakan.

#108   Cah Bangor on 08.09.08 at 18:39

Ya ampun ini orang-orang, gak ada kerjaan ya…. Agama kok di polemikin sih…… Agama kan soal keyakinan, bagaimana mau didiskusiin sih. Kadang yang satu agama aja masih berpolemik dengan agamanya itu sendiri… Percuma percuma percuma… yang ada cuma debat kusir…

#109   cak gondrong on 08.09.08 at 19:22

Saya ingin mengungkapkan pikiran dengan menjawab pertanyaan anda setelah membaca 2 kalimat pertama.

Judul dan 2 kalimat pertama yg anda lontarkan terlalu jauh utk dikaitkan.
Penjelasan anda seolah2 sdh mengarahkan bhw 2 pihak yg berperang tersebut sdh pasti atas nama agama.

Apakah tentara2 dr masing2 negara yg anda umpamakan di sini berperang atas nama agama ? Kalo iya, mungkin judul anda akan relevan.

Berangkat perang adalah sama dengan mendekati kematian dengan sengaja, jadi ga ada salahnya mereka melakukan doa bersama yg dipimpin pemimpin umat beragama mayoritas. Lhah kalo org udah deket ajal, masa ga boleh berdoa & minta berkat ?? Mungkin isi doanya utk bertobat sebelum tertembak (atau kena bom) & mati seketika saat menjalankan tugas negara (bukan tugas agama lho?!) atau biar semua peluru yg keluar dr setiap senapan lawan maupun kawan meleset ga kena org..
Mungkin berkatnya agar para tentara bisa pulang selamat…

Menurut saya, anda kurang memberikan contoh yg relevan utk menyampaikan pemikiran anda…

#110   Aku yang belum sempurna on 08.09.08 at 20:29

menurut gue agama itu jangan diperdabatkan….agama itu hanya antara kita dan yang maha pencipta kita. Biarlah agama itu ada di hati kita dan orang lain tidak perlu tahu jangan dijadikan bahan pembicaraan, bahan diskusi. salam

#111   rodo on 08.09.08 at 20:40

Orang Beragama atau Orang Baik?
Penulis : Arvan Pradiansyah, Direktur Pengelola Institute for Leadership & Life Management (ILM) & penulis buku Life is Beautiful

Seorang lelaki berniat untuk menghabiskan seluruh waktunya untuk beribadah. Seorang nenek yang merasa iba melihat kehidupannya membantunya dengan membuatkan sebuah pondok kecil dan memberinya makan, sehingga lelaki itu dapat beribadah dengan tenang.

Setelah berjalan selama 20 tahun, si nenek ingin melihat kemajuan yang telah dicapai lelaki itu. Ia memutuskan untuk mengujinya dengan seorang wanita cantik. “Masuklah ke dalam pondok,” katanya kepada wanita itu, “Peluklah ia dan katakan ‘Apa yang akan kita lakukan sekarang’?”

Maka wanita itu pun masuk ke dalam pondok dan melakukan apa yang disarankan oleh si nenek. Lelaki itu menjadi sangat marah karena tindakan yang tak sopan itu. Ia mengambil sapu dan mengusir wanita itu keluar dari pondoknya.

Ketika wanita itu kembali dan melaporkan apa yang terjadi, si nenek menjadi marah. “Percuma saya memberi makan orang itu selama 20 tahun,” serunya. “Ia tidak menunjukkan bahwa ia memahami kebutuhanmu, tidak bersedia untuk membantumu ke luar dari kesalahanmu. Ia tidak perlu menyerah pada nafsu, namun sekurang-kurangnya setelah sekian lama beribadah seharusnya ia memiliki rasa kasih pada sesama.”

Apa yang menarik dari cerita diatas? Ternyata ada kesenjangan yang cukup besar antara taat beribadah dengan memiliki budi pekerti yang luhur. Taat beragama ternyata sama sekali tak menjamin perilaku seseorang.

Ada banyak contoh yang dapat kita kemukakan disini. Anda pasti sudah sering mendengar cerita mengenai guru mengaji yang suka memperkosa muridnya. Seorang kawan yang rajin shalat lima waktu baru-baru ini di PHK dari kantornya karena memalsukan dokumen. Seorang kawan yang berjilbab rapih ternyata suka berselingkuh. Kawan yang lain sangat rajin ikut pengajian tapi tak henti-hentinya menyakiti orang lain. Adapula kawan yang berkali-kali menunaikan haji dan umrah tetapi terus melakukan korupsi di kantornya.

Lantas dimana letak kesalahannya? Saya kira persoalan utamanya adalah pada kesalahan cara berpikir. Banyak orang yang memahami agama dalam pengertian ritual dan fiqih belaka. Dalam konsep mereka, beragama berarti melakukan shalat, puasa, zakat, haji dan melagukan (bukannya membaca) Alquran. Padahal esensi beragama bukan disitu. Esensi beragama justru pada budi pekerti yang mulia.

Kedua, agama sering dipahami sebagai serangkaian peraturan dan larangan. Dengan demikian makna agama telah tereduksi sedemikian rupa menjadi kewajiban dan bukan kebutuhan. Agama diajarkan dengan pendekatan hukum (outside-in), bukannya dengan pendekatan kebutuhan dan komitmen (inside-out). Ini menjauhkan agama dari makna sebenarnya yaitu sebagai sebuah cara hidup (way of life), apalagi cara berpikir (way of thinking).

Agama seharusnya dipahami sebagai sebuah kebutuhan tertinggi manusia. Kita tidak beribadah karena surga dan neraka tetapi karena kita lapar secara rohani. Kita beribadah karena kita menginginkan kesejukan dan kenikmatan batin yang tiada taranya. Kita beribadah karena rindu untuk menyelami jiwa sejati kita dan merasakan kehadiran Tuhan dalam keseharian kita. Kita berbuat baik bukan karena takut tapi karena kita tak ingin melukai diri kita sendiri dengan perbuatan yang jahat.

Ada sebuah pengalaman menarik ketika saya bersekolah di London dulu. Kali ini berkaitan dengan polisi. Berbeda dengan di Indonesia, bertemu dengan polisi disana akan membuat perasaan kita aman dan tenteram. Bahkan masyarakat Inggris memanggil polisi dengan panggilan kesayangan: Bobby.

Suatu ketika dompet saya yang berisi surat-surat penting dan sejumlah uang hilang. Kemungkinan tertinggal di dalam taksi. Ini tentu membuat saya agak panik, apalagi hal itu terjadi pada hari-hari pertama saya tinggal di London. Tapi setelah memblokir kartu kredit dan sebagainya, sayapun perlahan-lahan melupakan kejadian tersebut. Yang menarik, beberapa hari kemudian, keluarga saya di Jakarta menerima surat dari kepolisian London yang menyatakan bahwa saya dapat mengambil dompet tersebut di kantor kepolisian setempat.

Ketika datang kesana, saya dilayani dengan ramah. Polisi memberikan dompet yang ternyata isinya masih lengkap. Ia juga memberikan kuitansi resmi berisi biaya yang harus saya bayar sekitar 2,5 pound. Saking gembiranya, saya memberikan selembar uang 5 pound sambil mengatakan, “Ambil saja kembalinya.” Anehnya, si polisi hanya tersenyum dan memberikan uang kembalinya kepada saya seraya mengatakan bahwa itu bukan haknya. Sebelum saya pergi, ia bahkan meminta saya untuk mengecek dompet itu baik-baik seraya mengatakan bahwa kalau ada barang yang hilang ia bersedia membantu saya untuk menemukannya.

Hakekat keberagamaan sebetulnya adalah berbudi luhur. Karena itu orang yang “beragama” seharusnya juga menjadi orang yang baik. Itu semua ditunjukkan dengan integritas dan kejujuran yang tinggi serta kemauan untuk menolong dan melayani sesama manusia.

#112   kuyax on 08.09.08 at 21:13

Nah lho semua beragama khan, karena kita orang Indonesia. Kalau bukan PKI lu.

#113   yudi on 08.09.08 at 21:25

hapus kan saja agama dari bumi indonesia….

#114   kucing on 08.09.08 at 23:10

hmm.. kata siapa agama penghancur perdamaian dunia ?

Ajaran Komunisme juga bukannya menghancurkan perdamaian juga ya, mulai penghancuran rumah ibadah pada rezim Stallin, truz di bosnia juga hancur…..!

#115   Polanderoeng on 08.09.08 at 23:31

Agama. Agamamu agamamu agamaku agamaku…………. Percayai apa yang kamu percayai. TITIK. Bagiku yang berbuat baik, melakukan yang baik itu lebih dari segalanya. Banyak temanku yang ATHEIS menurut kita, tidak seagama dengan kita tapi mereka baik, apakah mereka tidak masuk surga ? MEREKA LEBIH PINTAR DARI KITA YANG SOK BERAGAMA, KITA MALAH MENGGUNAKAN PRODUKNYA SETIAP HARI ( HATI HATI ..JANGAN BILANG MEREKA KAFIR YA ) SIAPA YANG AKAN MASUK SORGA ?

WAHAI MANUSIA BERAGAMA YANG NGAKUNYA PALING SUCI, LEBIH BAIK KAH ENGKAU DARI MEREKA ? KARENA MERAKA BUKAN SEAGAMA DENGANMU KAMU KAN KLAIM SURGA HANYA MILIKMU ? BERKACA LAH SIAPA DIRIMU. URUS DIRIMU JALANKAN AJARAN AGAMAMU …………..TITIK.YANG LAIN BUKAN URUSANMU

#116   HeLL-dA on 08.10.08 at 00:32

Saya terbuka atas semua komentar..

Maka dr itu saya memberi judul “Agama-Penghancur Perdamaian Dunia (?)“, memakai tanda tanya…

#117   bobbo on 08.10.08 at 01:18

ahhh… agama… seandainya Tuhan tak menciptakan banyak agama??? hal2 umum seperti sepasang insan pacaran tapi beda agama, batal… sakitttt…
Agama… jangankan agama A melawan agama B… Agama A1 melawan agama A2… bahkan saling menjelekkan, menjatuhkan, bahkan menfitnah… wowww… Agama produk manusia… Agama mnurut saya laksana ‘partai politik’ yg punya ‘bendera’… Dimana mereka membela n berkorban utk ‘bendera’ itu… Meskipun ‘bendera’ lain itu 1kitab suci dengan dia… Hikayat agama yaitu melaksanakan ajaranNya… TINDAKAN… bukan TALK ONLY… TALK ONLY yang terus menerus, yg akhirnya berlanjut di tindakan… tapi tindakan yg ‘merusak’/destruktif

1 kitab suci (apapun) bisa membuat banyak penafsiran… saling mengaku yg paling benar penafsiran.. saling lawan, saling hantam… kita harus?????

Saat ini banyak teman yg tak mau ‘terjebak’ di ‘bendera2′ yang ada… mereka mengacu pada ajaran kitab suci (masing2 yg dianut) tanpa melihat ‘bendera’…..
Bahkan ada yg hanya percaya pada ‘Allah itu Esa’ tanpa memeluk ‘bendera’ apapun… dan mengikuti ajaranNya, yg positif2… tak menyakiti, tak melukai… apa mereka ATHEIS? KOMUNIS???

Pemimpin Agama itu hanya manusia… n buatan manusia itu dijamin jauh dibawah buatan Tuhan…

#118   LASKAR on 08.10.08 at 01:23

PENULISNYA YANG TIDAK BERAGAMA, DAN PENGHANCUR PERDAMAIAN DUNIA….
KARENA, BUAT APA ANDA MESTI MEMBUAT ISTILAH PASTOR, BUKAN KAH KIYAI JG BANYAK MENGHANCURKAN PERDAMAIAN DUNIA. KITA AMBIL BUKTI DENGAN KATA2 JIHAT YANG DIHALAL KAN OLEH PARA KIAI! APAKAH PERBEDAAN HARUS DISELESAIKAN DGN CARA PEPERANGAN????

#119   sepertinya on 08.10.08 at 04:54

menurut analisa ku,

TS beragama sempalan dari agama pastor itu tadi,
mungkin dia aliran saksi yehuwa ….

bener gak ?

kalo bener kasih tahu ya …..lebih baik lagi kasih hadiah donk

#120   marvin on 08.10.08 at 06:32

saya setuju dengan hell-da. sejarah membuktikan peperangan yang paling mengerikan justru dilakukan atas nama agama. dan itu terjadi sampai hari ini, dalam skala yang berbeda tentunya. dan tidak ada satupun agama yang tidak ternoda oleh catatan sejarah yang kelam ini, entah islam, kristen, katolik, hindu, budha, dan lain-lain.

bagaimana manusia bisa saling membunuh dan menyakiti atas nama Tuhan, sementara yang dibunuh dan disakiti juga adalah ciptaan Tuhan. ini terjadi karena manusia medegradasikan Tuhan mejadi agama. manusia terbatas sementara Tuhan tidak terbatas. agar dapat masuk dalam alam keterbatasannya tersebut, manusia berusaha memasukkan Tuhan yang tidak terbatas dalam kotak yang terbatas bernama agama. dan kekacauan pun terjadi.

makanya mulai hari ini, sembahlah Tuhan, bukan agama. sekali lagi sembah Tuhan, bukan agama. lakukan apa yang diperintahkan Tuhan, bukan apa yang diperintahkan agama.

#121   Adni on 08.10.08 at 06:34

Itu pastur salah asuh dan salah aliran sampai-sampai pikrannya menyesatkan. Justru dunia ini damai kalau manusia-manusia atheis tidak hidup dan tidak ada alam dunia ini. Dasar tuch pastur bego atau ………. mungkin lagi sakit jiwa. EGP

#122   marvin on 08.10.08 at 07:00

sori ada yang kurang. ini bukan berarti manusia tidak perlu punya agama. tapi jangan itu yang dijadikan fokus sehingga menjadi berhala.

kalau kita analogikan agama itu sebagai jalan, dan Tuhan itu sebagai tujuan, jangan jalan itu yang dijadikan fokus sehingga lupa atas tujuannya. jangan jadikan ritual sebagai fokus sehingga lupa perintah Tuhan yang sebenarnya.

ber-agama saja tidak cukup. tapi dengan ber-Tuhan, maka keber-agama-an itu akan menjadi utuh. melakukan perjalanan pada salah satu jalan saja tidak cukup, tapi dengan tahu Tujuan, perjalanan akan lebih bermakna dan ga salah arah.

lalu ada pertanyaan, apakah semua jalan sama? jangan tanya sama orang2 di jalan, tapi tanya sama Tujuan, buka hati lebar-lebar, ntar pasti kita semua bakal dapat jawabannya.

#123   No CECEP on 08.10.08 at 07:16

Aku ngerti, kenapa penulis ambil contoh pastur dan prajurit Jerman dan Austria. Memang kedua negara ini dulu terlibat perang Dunia. Dan ini contoh yan lemah untuk tema yang dia angkat.
Tapi, mau gmana lg? Kalo penulis ambil contoh kiayi2 yang merestui pengeboman bunuh diri, atau amrozi, FPI dll yang berteriak2 “ngowoh ra bar bar, moh***d asu ngowoh” sambil melakukan aksinya. Bisa diterror penulisnya

#124   gigli on 08.10.08 at 07:50

Pertama: harus dibedakan TUHAN dan AGAMA

ini dulu dimengerti. Agama jalan/jalur untuk mengenali/menuju TUHAN di ujung akhir Jalan. jalan/jalurnya banyak ( baca : agama kan banyak)
Jalan/Jalur yang sama pun ada banyak lajur 2. Masing2 lajur ada penjaga entah disebut pastur, kyai, pendeta, biksu ato apalah.
Masing2 penjaga melakukan yang harus dilakukan untuk mengatur pengguna jalan agar sampe ujung jalan (TUHAN) dengan selamat.
Karena tidak tahu pasti ujung jalan ada dimana dan bentuknya kaya apa ( TUHAN kaya apa) maka penjaga dengan ilmu yang diyakini dan dimiliki akan membimbing dengan cara masing 2. Dan tentunya meyakini kebenarannya (Baca: masing2 merasa benar) Akibat merasa benar, dia menganggap yang lain SALAH. Pada penjaga yang extrim, yang salah harus dimusnahkan. Akibatnya ada penyerangan ke pengguna jalan lain (Agama lain), untuk dimusnahkan agar tidak mengganggu.
Dn ternyata, menyerang orang lain agar kita ga terganggu, menunjukkan kelemahan kita, ketiakmampuan kita untuk bersaing. Kalo kita kuat, kan ga ada urusan dengan kekuatan orang lain. kita tidak akan kalah dengan orang lain kalo kita kuat. Jadi ga perlu memusnahkan orang lain agar kita kuat.

#125   equinoz on 08.10.08 at 08:02

Sebenarnya, Allah yang menciptakan manusia, atau manusia yang menciptakan Allah? Itu satu pertanyaan yang masih belum bisa saya jawab sampai sekarang.

#126   Grandong on 08.10.08 at 08:29

Wa setuju banget!!!! Emang Agama adalah penghancur perdamaian dunia nomor 1. Gara - gara agama saudara - saudara sesuku bisa saling bunuh dan bantai!!! Negara jadi terpecah pecah. Permusuhan sampai turun menurun.

Sebelum agama samawi masuk di Ambon semua suku disana hidup saling berdampingan dengan damai. Gara - gara agama mereka jadi terpecah jadi dua dan akhirnya walaupun mereka masih serumpun jadi saling bunuh dan tercipta jurang yg dalam antara mereka.
Di anak benua India gara - gara agama, akhirnya terjadi perpecahan antara India dan Pakistan. Dalam proses partisi antara kedua negara itu pada tahun 1947 kurang lebih 2 juta orang mati gara gara Agama!!!! Gara - gara memperebutkan “Tanah Suci” pasukan salibis dan jihadis saling bunuh pada abad pertengahan!!!! Sampai sekarang pun Orang yahudi dan palestina yg secara genetik masih serumpun saling bersumpah untuk saling menghancurkan gara - gara Agama!!!

Tragis dan ironis!!!! Itu hanyalah sebagian kecil dari contoh produk - produk yg dihasilkan oleh agama!!! Masih banyak lagi konflik - konflik gara gara agama. Kalau jumlah korban dari Konflik - konflik tersebut di akumulasikan maka angka korban konflik agama akan jauh melampaui angka korban perang dunia ke 1 dan 2 digabung!!!!

Lihat apa pendapat para Intelektual tentang agama:

“A man’s ethical behavior should be based effectually on sympathy, education, and social ties; no religious basis is necessary. Man would indeed be in a poor way if he had to be restrained by fear of punishment and hope of reward after death.” Albert Enstein

“Those who can make you believe in absurdities can make you commit atrocities.” Voltaire

“Religion is an insult to human dignity. With or without it you would have good people doing good things and evil people doing evil things. But for good people to do evil things, that takes religion.” Steven Weinberg

“Religious suffering is, at the same time, the expression of real suffering and a protest against real suffering. Religion is the sigh of the oppressed creature, the heart of a heartless world, and the soul of soulless conditions. It is the opium of the people.” Karl Marx

Pada akhirnya saya mau mengutip sebuah lagu yg pernah sangat populer di tahun 1996. Lagu yg di nyanyikan oleh Joan Osborne yang berjudul “One of Us”
“What if God was one of us? Just a stranger on a Bus. Trying to make his way home, back up to heaven all alone. Cause nobody calling on the phone. Except for The Pope maybe in Rome.”

#127   kucing on 08.10.08 at 09:08

^^ bisa dibuktikan gak? gw mautau linknya kalo perang dunia itu lebih dikit korbannya dibanding perang antar agama. ayo jangan asal ngmong lu

#128   Wiseman on 08.10.08 at 09:29

Judul blog anda memang kontroversial. Setuju banget kalo agama tidak bisa dipersalahkan dalam hal ini. Manusia seumur hidupnya akan terus mencari2 Tuhan.. tapi mereka tidak akan mengetahui gambaran yang persis bagaimana sebenarnya Tuhan itu karena Tuhan adalah Maha segala2-nya. Unthinkable & Unimagineable. yang hanya bisa dilakukan manusia adalah mereka-reka bagaimana sebenarnya Tuhan itu. menurutku Tuhan menciptakan banyak agama karena Dia ingin kita memiliki pemikiran yang luas dan tidak terperangkap pada satu persepsi pemikiran saja. Untuk apa kita memikirkan perbedaan yang ada diantara agama, kenapa tidak memikirkan persamaan yang ada. Di dalam perang, ak rasa semua pihak salah, karena manusia telah diberi akal dan pemikiran yang seharusnya digunakan untuk menghindari konflik malah tidak digunakan dan lebih mengutamakan emosi. Selama emosi dan nafsu masih menguasai manusia.. perdamaian akan sulit terwujud. —Peace for The World—

#129   cipr on 08.10.08 at 09:29

semua normal-normal saja
semua agama harus mengakui bahwa agamanya yang paling benar (bila ngakuin agama lain benar kenapa gak pindah agama saja, bila ngakui semua agama sama kenapa nggak punya agama sekalian cukup percaya saja …. weleh). yang jadi masalah sudah mengaku benar terus menyalahkan agama lain (sbnarnya gk papa sich) akan jadi masalah kalo terus agama lain harus hancur dengan kekerasan. Kalo dengan dakwah atau misi sih oke-oke saja.
masalah ahmadiyah memang ada perbedaan cara pandang islam dengan agama lain (setahu saya). kalo agama lain nabinya dihina bahkan tuhannya dihina pun gak apa-apa cukup dibalas dengan kebajikan tapi kalo di Islam yang seperti itu tidak diterima harus ditumpas. Tapi ngomong2 bila memang ahmadiyah juga cinta damai kenapa gak ngaku agama ahmadiyah aja(bukan islam), jadi selamat semua. cuman lucu juga bila semua orang cinta damai dan bertoleransi dunia kayaknya gak rame deh. mungkin malah banyak narkoba dan seks bebas kalee

#130   royxxx on 08.10.08 at 10:20

agama adalah untuk kebaikan dan panutan bagi umat manusia.., agama tidak hanya ritual tapi juga jiwa. Saya kira semua agama telah mengjarkan hal2 yang baik.., akan tetapi nafsu dan emosi manusia juga lah yang membuat nilai-nilai ajaran agama kadang2 menjadi kabur atau hilang.

#131   FREEWORLDS on 08.10.08 at 10:48

lebih baik jangan terlalu fanatik sama agama

Kita perlu hilangkan agama dari KTP (buat apa?? cuman jadi alat diskriminasi), Agama seharusnya jadi urusan pribadi kamu dan Tuhan, pemerintah tidak usah ikut campur! tidak usah tanya agamamu apa, apa gunanyaa?

ada orang gila bilang indonesia bodoh karena tidak memilih syariah..
BAH, Bukan Indonesia namanya kalo gitu.. tapi Malingsia! bayangkan Indonesia yang tidak fanatik, agama cuman urusan individu ke Tuhan tidak diikut ikutkan di wacana sosial pemerintahan, PASTI lebih damai

JAdi kuncinya bukan melupakan agama boss, tapi tolong dibuat agama itu urusanmu dengan Tuhan saja. jangan menghujat agama lain!

#132   sekar on 08.10.08 at 11:46

sebelum jauh ngobrolin soal agama penghancur (?), pernah perhatiin ngga… yang ribet dan ribut soal agama di abad-abad terakhir ini cuma NEGARA DUNIA KETIGA, dunia dimana kelaparan dan kemiskinan merajalela?…

Pernah perhatiin ngga, yang ribut secara berlebih2an soal atribut ke agamaan sering hanya terjadi di DUNIA KETIGA?..

Pernah perhatiin ngga, yang gampang di provokasi atau dibakar emosinya soal agama paling sering terjadi di DUNIA KETIGA?…

Ngga perlu jauh2 cari contoh kasus, Pernah perhatiin ngga, ormas-ormas agama pasca Soeharto mulai menjamur?..kenapa di jaman Soeharto mereka “ngga ada”…. dimana FPI?…dimana MMI?…dst..dst…dll…

Last but not least…. kenapa negara kapitalis seperti amerika atau juga yang sering kalian sebut yahudi selalu sukses memprovokasi agama2 di dunia ketiga?…

Pada saat kita merenung dan telaah persoalaan agama yang menghancurkan (?) dari perspektif kepentingan kelompok atau golongan, pelan-pelan kita akan segera tau kalu kita memang sengaja dibikin brutal, ekstrim, militan…sengaja dibikin benci ke golongan atau agama lain… kenapa? cuma “mereka” saja yang tau…

Benang merahnya cuma “mereka-mereka” yang tau… kita? …ya kita yang jadi korban dari kepentingan kelompok2 itu tentunya…

#133   susanto on 08.10.08 at 11:52

g setuju sama freeworlds, harus di hilangkan, segala pengkotak kotakan harus di hilangkan dari bumi pertiwi ini. sudah terbukti selama 50 tahun lebih merdeka, agama tidak menghasilkan solusi yaitu manusia berakhlak. yang ada korupsi, kerakusan dll. g yakin jawabannya pendidikan, dan tololnya pemimpin RI selalu menyepelekan pendidikan. kyknya para petinggi negara kita ini lebih suka rakyatnya itu tetap bodoh2, makanya gampang dibodoh2i.
kalau agama solusinya, seharusnya negara kita lebih maju daripada negara yang di ktp nya aja gak ada agama. g pernah tanya sama orang korea selatan, apa agamamu?, dia jawab apa itu agama?, g coba jelasin secara singkat tentang agama, dia jawab gak ada agama di ktp nya dan di tetek bengek lainnya.
agama juga bikin susah orang berbaur, mo married aja di indonesia harus lihat agama dulu, kalo beda agama, bagusnya gak usah married. goblok bener alasannya. yah ginilah kalo terlalu fanatik. kalau pendidikan tambah tinggi dan modern, g yakin fanatik mcm org2 FPI bisa hilang. lu liat aja kerjanya FPI, demo aja kerjanya, bukannya kerja keras banting tulang buat keluarga, malah tambah2in aja pengangguran.

#134   sobirin on 08.10.08 at 12:21

sependapat dengan cerita SOEKOEN, 9 agustus, diatas…. banyak contoh yang menunjukan agama-agama pasca pembawa agama meninggalkan ajaran2nya, dan kurun waktu perjalanan sejarah agama yang sekian ribu tahun, banyak orang iseng meng-improve agama disesuaikan kepentingan pribadi atau kelompoknya.

gue setuju pendapat agama itu bisa jadi penghancur, karena agama bisa jadi trademark dari suatu pergerakan,..yang dibilang tertindas lah, yang dibilang teraniaya lah, bahkan sampai yang menggunakan agama dengan yel-yel JALAN KEBENARAN,…kalo bukan agama cap X kamu ngga dapet jatah kapling di surga-loka, …kalo kamu ngga pakai atribut tertentu kamu outsider,…and so on..and so on…

Dan claim suatu agama tentang hidup sejahtera berdasaran rumusan tertentu, syariat tertentu…seperti juga ordo-ordo, atau ajaran2 dari agama2 baru pasca Muhammad saw….. semuanya jualan KEBENARAN BERAGAMA…

Nah, pada saat terjadi ngga cocok pendapat disatu agama, timbul sempalan2 lain dengan atribut nama agama yang sama, tapi metoda pengejawantahan nya berbeda. Pada saat itu Agama sudah menjadi komoditi…. bisa diduitin seperti di amerika misalnya, ..bisa menghimpun masa anarkis misalnya…, agama bisa diapakan saja tergantung emir atau apapun istilahnya untuk petinggi agama itu berdasarkan improvisasi dari ayat2, bait2, surat2 yang ada di kitab suci mereka…. ada istilah perang salib, perang jihad,…. apapun alasannya, apapun logikanya,… mereka-mereka itu sudah melakukan PEMBENARAN ATAS NAMA AGAMA!!…. kalau akhirnya thresd ini berjudul AGAMA PENGHANCUR PERDAMIAN DUNIA (?)… ya mesti diakui kecenderungannya memang kesana… dan yang paling konyol adalah, kita bagian dari cerita itu….

#135   SSYI on 08.10.08 at 13:20

…Heell_da kamu ini kayaknya dari SAKSI-SAKSI YEHUWA ya…? awalnya ngomongin agama ujung2nya …. ?????

#136   sujito on 08.10.08 at 13:54

judulnya yang tepat adalah AGAMA ALAT PENGHANCUR PERDAMAIAN DUNIA..

kenapa ALAT, karena apapun format dan bentuknya bisa menjadi ALAT… VIRUS yang punya konotasi negatif pun bisa menjadi ALAT yang bisa menolong banyak orang tidak harus sebagai penghancur atau pembunuh, ..NUKLIR juga bisa menjadi ALAT yang memaslahatkan umat manusia ngga harus menjadi bom…. begitu juga AGAMA yang berkonotasi penyelaras, pencerah bisa menjadi ALAT yang “kejam”, “meresahkan”, ataupun yang “menjerumuskan”…
mau jadi penghancur atau mau jadi hal yang memaslahatkan umat manusia…semuanya tergantung dari siapa dan apa tujuan penggunaannya, AGAMA pun bisa di handle jadi “barang” karena peminatnya relatif banyak bukan?… nah kalau udah jadi “barang” kendalanya adalah siapa agen tunggalnya?… kalau satu barang banyak peminatnya tentunya ada dong yang bikin imitasi nya, tentunya manufactur dan agen resmi bakal marah kalau barangnya dibajak… analogi AHMADIYAH yang diuber sana-sini ama agen tunggal, importir resmi barang itu karena banyak customer atau calon costumer pakai barang bajakan. Kenapa agen tunggal marah2?…karena dalam kurun waktu tertentu barang bajakan bisa menguasai pasar, lha barang aslinya kan kegeser customer pada pilih barang bajakan, yang ngga tau kualitasnya gimana tapi murah dan relatif nyaman dipakai, fleksibel lagi…

Karena kemarahan dan ketakutan pangsa pasar bakal kabur, maka penjual barang bajakan mesti dibasmi… timbul kekerasan, kemarahan anarkis… tujuannya kalo bisa di perdagangan global cuma satu merek saja, satu distributor, satu agen tunggal,…. repotnya di pasar global tidak mengenal rumus itu, ada pasar bebas, dan customer boleh memilih…

Anggap saja di dunia ini cuma ada SATU AGAMA, kira2 diperjalanan waktu bisa pecah kongsi ngga seperti satu perusahaan keluarga yang pecah karena ribut internal keluarga?… pada saat agama itu atau perusahhan itu pecah kongsi dan jalan sendiri2 dengan bendera sendiri2 tapi jual produk yang sama, yang terjadi adalah SALING MENJELEKAN produk satu dan yang lain!… kalau perlu pakai kekerasan untuk tujuan CUMA SATU dan NGGA BOLEH BEDA.

Mo contoh lain kenapa AGAMA juga bisa resah, satu kongsi bisa bubar?… baca detik.com beberapa hari lalu?… AMIR MMI mengundurkan diri karena beda prinsip!!… AGAMA nya sama toh?… lepas dari alasan2 yang dikemukakan, mo dicari2 apanya lagi?….
Itu baru satu jenis agama, lha kalau agama2 lain juga begitu…. ribet kan urusannya?…iya ngga sih?
Ini mo ber-AGAMA atau mo kongkow-kongkow?….
Kalau masing2 punya bargain power, akhirnya kan perlu dibuktikan di lapangan siapa yang paling digdaya!… itu satu AGAMA beda prinsip lho, gimana mereka liat agama lain?

ISLAM punya syiah dan sunni yang sewaktu2 bisa saling bunuh karena prinsip2 bedanya itu…
di Indonesia ada NU dan Muhamadiyah, yang satu berbau kejawen, yang satu moderat… posisi 50-50…
Syiah-Sunni, NU-Muhamadiyah masing2 punya basis power seimbang, kalau ngga seimbang sudah bisa diduga salah satu pasti lenyap dari peredaran.

Gimana kalau Agama yang cuma satu diterapkan di muka bumi ini, ngga boleh ada produk lain, ritual cuma itu?
Taruh kata mereka bilang AGAMA PEMERSATU bangsa!..Pertanyaan yang muncul…. NGGA MALU LO AMA KOMUNIS?

#137   Harry on 08.10.08 at 13:57

Ada satu pertanyaan untuk menanggapi tulisan ini. Pernahkah manusia damai tanpa agama? Bagaimanakah keadaan bangsa-bangsa yang membuang agama dari kehidupan mereka? Karl Mark berusaha melakukannya, tapi kemudian dia malah menjadi manusia yang paling bengis dengan sesamanya. So, what’s wrong with us? Do we always blame religion on our ignorance? Think of it!

#138   susanto on 08.10.08 at 14:05

g setuju bener tuh sama tulisan sujito. and tulisan harry, manusia tidak pernah damai tanpa agama dan ada agama. jadi selamanya itu lingkaran. masalahnya begini, kita lihat realitasnya, kalau merasa negara beragama lebih baik, sampe sekarang secara gamblang dan realitasnya aja sebutkan negara mana itu?, negara kita kaya dengan sumber daya alam dan agama yg di anut dari sabang sampe merauke, kita bahkan tidak lebih baik dari negara tetangga kita, lalu ada menteri kita beralasan, lebih mudah urus negara kecil daripada negara besar mcm indonesia. tapi menteri itu akhirnya minggem alias kaga bisa ngomong lagi ketika sang naga bangun dari tidur, maksudnya RRC, negara dengan penduduk lebih dari 1 milyar. g berharap suatu saat negara kita bisa jadi no. 1 aja deh di asia tenggara, kg usah muluk2.. tapi kalo mentalnya kyk gini tiap hari kyk di detik.com beritanya, cuapek deee

#139   to Harry on 08.10.08 at 14:07

Harry…anda yakin tanpa agama dunia tidak damai? …maksud anda KARL MARX?…anda sudah baca bukunya?…anda tau dia siapa?… Pasti anda cuma tau MARXISM adalah basis KOMUNISM kan?… dan KOMUNISM adalah tak bertuhan bukan?… paham itu anda dapat pasti dari kuliah subuh atau guru agama anda bukan?…. tau ngga revolusi di rusia oleh komunis ceritanya gimana?…

Anda cuma denger2 tapi coba CERAMAH!!… verpiss Dich!!!

#140   world for peace on 08.10.08 at 14:10

Kesimpulan semua :
Ngomong agama tak tau artinya apa ?? sama aja dengan kepercayaan dayak , sunda , papua ,maluku
Asal kata dari bahasa sansekerta : a = tidak , gam : tahu yang artinya : belajar dari tidak tau menjadi tahu…sederhana sama dengan filsafat jawa, sunda . mengapa kau tinggalkan yang damai dengan menerima yang baru dari luar ( arab dan barat )yang selalu bikin ribut di belahan dunia…mengapa tidak pernah denger istilah kepercayaan kristen , islam , hindu , jawa , sunda apa beda ?? toh dari belajar yang tidak tau menjadi tau,,,,he….he…Toh jangan merasa bangsa indonesia lebih agamis dari negara lain bukti ; Negara lain udah mikir kemajuan ekonomi dan mengatasi kemiskinan : di Indonesia malah ada orang yang merong rong pondasi negara ya kapan majunya ??..Negara lain fondasi udah selesai puluhan taun lalu ini masih di kutak kutik:; pantas ada ahli barat ngomong : bahwa indonesia negara belum selesai…
Dan kepada pemuka agama yang berkaca mata kuda :….Selalu kurang puas dan kurang klimax selalu jualan tiket surga ; sudah berhasil mengislamkan jawa - sunda -sumatra dari kepercayaan budha dan hindu masih kurang puas juga dengan pengorbanan nyawa yang tak terhitung atau di gelapkan sejarah. pembunuhan salah seorang wali yang menguasai filsafat jawa ..sejarah membelokkan dengan murtad ..

#141   iput on 08.10.08 at 14:35

agama itu adalah ajaran.. tak ada satu-pun agama yang mengajarkan ketidak-baik-an, kalo saya sih sepakat sekali yang merusak reputasi agama itu sendiri adalah umatnya yang kebelinger..!!
piss.

#142   hak on 08.10.08 at 16:08

Menurut gw agama gak effect dengan perilaku kita
Kenyataannya banyak yang rajin tp kok banyak korupsi

gw punya teman di kantor, rajin shalat, tp rajin jg korupsi
gw pernah dibilang pahlawan kesiangan kalo hari gini masih jujur bekerja, apalagi kerja sama china katanya, itu kan aneh

Semua tergantung iman hakiki dan character pribadi diri sendiri

tp gw disalahkan krn gak rajin shalat, salah gak nya itu kan hak gw kepada Tuhan, tp yang penting kan pelaksanaannya kepada lingkungan gak saling bohong dan tipu menipu, korupsi, mencela

agama adalah hak pribadi kepada sang pencipta, terserah si pribadi mau melakukannya atau tidak

tp gw blm melihat, agama ada effect dalam berkehidupan, krn semua tergantung dari character masing masing

yang jelas agama memang berguna membimbing umat agar berkehidupan menjadi lebih baik, baik gaknya tergantung dari manusia juga, munafik kah dia / tdk tergantung pribadi masing masing

#143   zenwalk on 08.10.08 at 16:11

loh loh loh…kok pada marah? tulisannya gede2 semua… :D
setuju aja deh ma tulisan Hell-Da …
tapi peperangan gak disebabkan oleh agama,tapi juga kekuasaaan. Ya faktor kekuasaan / mendominasi. Seperti di Cina, liat aja dari filmnya JEt Li yang Warlord, itu kan kisah nyata,,,sejarah,,, bahwa perang tidak terjadi karena agama, tapi disebabkan oleh * salah 1nya * ya kekuasaan / kekayaan. Sudah kodrat manusia akan melakukan apa saja demi dirinya sendiri…percaya atau tidak…tanya saja diri sendiri… :p

#144   doni on 08.10.08 at 16:29

Pasti…..mmmm yuuuk…

#145   mat jamblang on 08.10.08 at 16:56

udeh..udeh…ni jaman emang udeh pada gile, semua ini terjadi bukan karena agama.., manusia yg berbuat kesalahan.. agama yg disalahin, intinye semua adalah KESERAKAHAN manusia.
ni dengerin kate mahatma gandhi :
“Dunia ini cukup untuk memenuhi kebutuhan semua makhluk hidup yg didalamnya, tetapi tidak akan pernah cukup untuk memenuhi keserakahan 1 manusia saja” (kurang lebih bgitu dah..)

coba ente test..: pikirin apa aje keinginan ente dalam 1 menit…. trus itung udeh ada berapa byk keinginan yg muncul dipikiran ente dalam 1 menit tsb?
justru agama sebenernya utk mengontrol atau mengendalikan keinginan2 yg buruk/merugikan org lain, tapi selalu diputar balikan sebagai tameng utk memenuhi keinginannya itu. jadi orang2 jaman skrg mencari agama yg BISA menyesuaikan dengan keinginannya atau kalau terpaksa mereka me robah2 agama agar sesuai dengan keinginannya dan mereka akan merasa nyaman disitu tanpa peduli benar atau tidak…yg penting nafsunya terakomodasi…fenomena ini yg sedang terjadi di indonesia

#146   Codet on 08.10.08 at 17:00

Agama adalah buatan manusia, Tuhan tidak pernah memberi agama kepada manusia. akan tetapi kemudian untuk membedakan keyakinan yang begitu banyak disebutlah agama oleh manusia. Kasus yang ditulis adalah situasi eropa pada abad pertengahan dan adanya pastor dua negara yang berseteru memberkati pasukannya sebelum berangkat untuk saling membunuh adalah pola pikir manusia. Pada umumnya ajaran Kristen tidak ada kamus membunuh, karena Tuhan Yesus memerintahkan para pengikutnya untuk memberkati musuhnya. intinya ajaran Yesus sangat bertentangan dengan ajaran dunia dan para pemimpinnya. Sangat bertentangan disini maksudnya adalah kebalikan dari apa yang diajarkan pada umumnya. Pada umumnya ajaran mereka adalah balas dendam.

#147   mat jamblang on 08.10.08 at 17:17

gw ga setuju kalo agama buatan manusia..,tapi kalo nge robah2 isi agama… bner..byk yg bgitu, dengan salah satu alesan : utk penyesuaian dan perkembangan jaman.! jadi mungkin buat om codet akhirnye berkesimpulan bgitu…karena saking byknye versi2 yg ada, ditambah dengan terus menerus direvisi….emang akhirnye jadi buatan manusia dah..

#148   makwo on 08.10.08 at 17:50

memang…kadang2 sesuatu yg kita pegang (’pegangan’) dpt kita dijadikan apa saja…entah untuk nakut2i ato yg laen

#149   wasis on 08.10.08 at 18:28

Menurut Allah bahwa Agama disisi Allah adalah Agama Islam, atau penyerahan diri kepada Allah, submission to Allah. Tentang perselisihan antar bangsa di dunia ini karena memang sudah ditakdirkan Allah. Inggatlah ketika Tuhan kita Allah SWT berkata kepada penduduk langit yaitu kepada Malaikat dan dan Jin, Dia maun ciptakan khalifah/penguasa dunia ini, mereka berkata Mengapa Engakau akan jadikan Manusia yang akan saling menumpahkan darah, dst. Surat Albaqoroh Di Dalam Alquran.
Dan sudah menjadi fitrah manusia itu dihiasi oleh hawa nafsu kepada wanita dan kekayaan dan seterusnya dan hawa nafsu, kemewahan, dst….dimana Syetan adalah selalu menggoda kita agar tidak berbuat adil, tidak berbuat sopan, tidak berbuat profesional.
Karunia Allah kepada manusia itu sangat lah besar, tetapi kebanyakan manusia tidak mau bersyukur dan menuruti perintah Allah. Allah menurunkan nabi nabi tetapi kebanyakan manusia tidak mau mengikuti nabi nabi itu. Dari Nabi Ibrahim yang diutus untuk kaumnya tetapi kaumnya malah membakar nabi Ibrahim. Nabi musa diutus untuk kaumnya, Raja Firaun dan tentaranya, mereka tidak mau beriman. Dan masih banyak lagi cerita yang benar dari Allah yang diceritakan di kitabNya yang Mulia Alquran. Sampai Nabi terakhir, Nabi Muhammad SAW diutus Allah di Tanah Arab, pada mulanya, 13 tahun berdakwah, sedikit sekali yang mengikutinya, kebanyakan dari umatnya tidak mengikuti ajarannya, sampai sekarang Umat Nabi Muhammad banyak yang kafir. Padahal isi agama itu baik dan menurut fitrah manusia. Hanya orang yang fasik yang memusuhi Agama Islam, mereka tidak mau mengikuiti Pentunjuk, mereka malah memilih Syetan dan Hawa Nafsu mereka menjadi Wali mereka, pemimpin mereka.
Beri kabarlah gembira orang orang yang beriman dan beramal soleh, dan mengikuti Alquran sebagai petunjuk dari Allah, semoga mereka itu masuk ke dalam Surga yang penuh kenikmatan, itulah yang dijanjikan Allah kepada Kita semua di dalam Alquran. Begitulah kabar buruk dan kecelakaan bagi orang yang tidak mengikuti petunjuk Allah. Apakah ada pentunjuk yang lebih baik selain pentunjuk Allah? Itulah Quran, kitab yang tiada keraguan didalamnya.
Tetapi saudara saudara yang membaca tulisan ini ada keraguan tentang Quran, Allah menantang Anda Sekalian untuk membuat satu surat seperti yang ada dalam AlQuran.
Semoga kita semua masuk ke dalam Islam dan tidak merugi dunia dan akhirat.

Terimakasih.

#150   FREEWORLDS on 08.10.08 at 19:07

walah , ya orang orang seperti WASIS ini yang membuat tidak damai, menghasut orang lain dengan mempamerkan ajaran agama.

jujur saja, saya tidak tertarik masuk agama anda atau agama apapun kalau dipamer pamerkan sperti itu, dan malas membacanya saja bung! arogan!. kalau anda percaya agama anda benar , yasudah itu urusan anda dengan yang berkuasa Tuhan, bukan hak anda pula untuk mendoktrin agama lain salah.

Apakah dengan anda tahu dakwah Nabi Muhammad dan Quranya, anda jadi orang paling suci? coba belajar, agama itu urusan anda dengan Tuhan, bukan untuk dipaksakan ke orang lain, hormati pilihan orang lain.

Saya merasa sangat banyak orang Indonesia itu munafik, dimata orang selalu ingin jadi orang paling bijak di dunia, tapi di belakang ternyata borok semua. mempamerkan dia orang suci pergi ziarah ini itu, rajin berdoa , amal disni situ, ingin dikenal, apalagi saat berbuat amal, menekankan “saya, dari Agama xyz menyumbang sebesar Rp 100000000″ begitulah secara garis besar.

Anda ingin maju? toleransilah dengan sesama! jangan pamerkan agama anda, itu urusan kamu sama Tuhan!

lihat negara maju karena toleransi, USA,MALAYSIA, AUSRALIA, JEPANG, U.A.E dll, Dubai PUN sebagai ibukota negara ISLAM sangat toleran dengan agama lain.. menghormati agama para pendatang.. Bandingkan dengan indonesia, di KTP saja di kotak2in kamu agama ini saya itu.. BUAT APA?!

#151   akuadalahgiant on 08.10.08 at 19:49

Dari dulu mereka selalu menyerukan “damai” ketika hari raya (sampai bosan saya mendengarnya) tapi yang mereka lakukan adalah sebaliknya, menebarkan kebencian terhadap agama dan negara lain secara diam2 bahkan mungkin terang terangan!

memang benar kata pepatah “zaman sudah edan”, yang salah jadi benar, yang benar jadi salah! Orang yang tertindas dan mencoba membela diri tapi malah dianggap sebagai teroris, sedangkan orang2 yang selalu menindas malah berlagak seperti “pahlawan pembela kebenaran”. SONTOLOLYO

#152   aa game on 08.10.08 at 19:50

Apa agama yang mendorong Hitler memulai PD II yang menyebabkan kematian jutaan orang? Apa agama yang mendorong Kamunis Cina membunuh puluhan juta rakyatnya sendiri? Apa agama yang mengilhami polpot untuk membantai lebih dari 3 juta rakyat kamboja? Apakah agama yang menyebabkan Komunis Rusia menebar maut kepada daerah2 sekitarnya?

#153   Dasar on 08.10.08 at 19:58

Jangan gara2 satu agama berbuat jelek semua agama di pandang jelek. Apa lagi disamakan dengan agama yang kitab sucinya sudah diubah-ubah oleh manusia. Jadi seperti inilah agama dimanfaatkan untuk menuruti hawa nafsunya. Masa orang menyeru berbuat baik disebut sok munafik. Kalau tidak suka sama ajaran orang lain ya diam aja jangan menghina dan menuduh. Profokator-profokator seperti itulah yang kalau mempunyai kekuasaan akan menumpahkan banyak darah.
Inget bosnia, inget ambon

#154   komar on 08.10.08 at 20:06

Tidak semua agama penghancur perdamaian dunia. Sudah saatnya kita berani membuka diri dan membuka kitab2 agama, agama mana yang menghasut perang/menghasut pembunuhan yang tidak sesuai dengan keyakin agamanya.Jangan mencari kambing hitam yang salah selalu oknumnya.
Kalau kita selalu mensakralkan agama tertentu yang tidak bisa dipertanyakan maka akan terjadi pembodohan manusia, penindasan kemanusian. Agama mana yang imperialistis dan colonialistis.Agaman mana yang menjajah bangsa lain sehingga jati bangsa tsb. lenyap , sebagai gantinya bangsa yang terjajah secara fanatik membela penjajahnya.Saya baru melihat di metro tv sore tadi (Agustus 10. 2008) fpi me-sweeping kota Lamongan. ada penjual tuak diguyur rame2 dengan dagangannya(tuak). 1 orang dikroyok rame2 dan setelah itu mereka meneriakan yel2 … . yang tidak asing bagi telinga kami di Indoensia.Mereka main sendiri sebagai polisi, main jaksa, main hakim yang merangkap executor. Kita tunggu aja bagaimana executive negara ini menangani kasus ini.

#155   purwanto on 08.10.08 at 20:30

sebenarnya kita harus meluruskan dahulu, mengapa kita diciptakan oleh ALLOH ?.
benarkah ALLOH menurunkan kitab sucinya, hanya untuk dibaca , diagungkan , diperlombakan , atau untuk dilaksanakn (amal ma’ruf nahi mungkar) ?.
benarkah selama ini kita mendefinisikan arti AGAMA cuma sebatas tidak kacau ?.
bedakah pengertian arti AGAMA dengan DINNULLOH ?.
maukah kita diatur oleh peraturan ALLOH ?.
manusia yang terbaik adalah manusia yang berguna untuk alam semesta, yang telah dicontohkan oleh Nabi MUHAMMAD Rosululloh (para Nabi-Nabi dan Rosul-NYA).

#156   Chris on 08.10.08 at 21:01

Tergantung…

Jika keyakinan atau agama itu berada di tempat yang keliru, maka agama itu akan menjadi senjata pembunuh terbesar dan terganas serta paling brutal. Tapi jika agama atau keyakinan itu berada di tempat yang benar, maka jadilah agama atau keyakinan itu menjadi satu hal yang paling lembut dan penuh kasih sayang serta menjadi alat pembawa damai terbesar di muka bumi ini…

#157   ReVolution oF Peace on 08.10.08 at 21:35

Neh Lo dengerin…

yg ngebunuh, ngebakar, ngerusak, ngancurin atas nama allaakbar… ga malu lo…

SlANK aja yg muslim nyindir di lagunya yg di “gedung DPR” ada yg pake peci teriak2 allaakbar, kelakuan barbar ngancurin bar.

dah Jelas kan.

#158   edisis on 08.10.08 at 21:47

Coba dibalik pertanyaannya, bagaimana kalau tanpa agama, tanpa ada yang memberitahu kebaikan dan melarang kejahatan: perang perebutan wilayah, gay/lesbi - manusia tak punya keturunan lagi, tak ada yang memberi kpd yg lemah dan yg miskin, tak ada ikatan keluarga, zina dimana-mana, narkoba boleh-boleh aja, dlll dlll.

#159   Rationale on 08.10.08 at 22:07

Relevansi agama dalam kehidupan bermasyarakat modern menjadi hal yang seolah ketinggalan zaman. Explorasi ruang angkasa menunjukkan bukti betapa paham geosentris yang dipertahankan mati-matian selama lebih satu melenium ternyata keliru; perkembangan muktahir di bidang biotek manusia (human biotechnology) dengan keberhasilan para ilmuan menciptakan kloning atas domba “dolly” membuktikan satu individu bisa diciptakan TANPA perpaduan sel kelamin pria dan wanita; temuan artefak arkeologi pra manusia (homo sapiens sapiens) adalah bukti sahih bahwa manusia bukan mahluk penghuni pertama planet ini; sampai data terakhir yang dipetik Mars Global Surveyor (20 Juni 2008) yang membuktikan adanya air di Mars, senyawa yang jadi syarat adanya kehidupan di planet merah tetangga kita. Saya sendiri yakin di atas segala perbedaan, apapun agama seseorang patut dan penting untuk dihargai. Sudah saatnya tiap insan beriman membuka mata, hati dan pikiran atas berbagai perbedaan sebagai pelangi kehidupan. Definisi ulang kata “Tuhan” tampaknya diperlukan di zaman yang kian “chaos” ini. [Ingat hukum "Termodinamika Ketiga" tentang entropi semesta yang kian meningkat?]

Reason versus Faith
One of God’s gifts to you is your mind
Thanks to God, your mind can reason
Yet faith is the opposite of reason
Therefore, faith is contradictory to God’s gift of reason

Dalam pandangan saya terhadap Indonesia, saya lebih condong memilih pemimpin bermoral ketimbang yang condong ke agama. Toh Tuhan gak suka dipuji-puji melainkan lebih suka dengan manusia yang giat/tekun bekerja. Banyak orang Indonesia beranggapan Tuhan bisa mengabulkan doa umatnya. Menurutku keliru besar dan menyesatkan! Buktinya, pas kena macet di Jakarta pasti gak ada yang berdoa supaya gak macet! Betul tidak? Dan, coba terka (doa juga boleh), berapa medali emas didulang Indonesia di ajang olimpiade Beijing yang tengah berlangsung sekarang? (Tanpa berdoa) Pasti…..lebih sedikit dari China! Selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia ke-63!!!

#160   anak indonesia on 08.10.08 at 22:15

nanya, klo ada 10 mahasiswa dari suatu perguruan tinggi ternama berbuat jahat
apa bisa disebut perguruan tinggi ini berbuat kerusakan?

perlu perenungan yg dalam

#161   Glen on 08.10.08 at 22:34

Silahkan baca bukunya Karen Armstrong, Sejarah Tuhan makan akan terjawab keingintahuanmu…
Seiring dengan berjalannya jaman, agama memang menjadi sesuatu yang tidak penting lagi,
kita ambil contoh kasus di beberapa negara eropa. Data terakhir yang gue baca di Wikipedia…
Saat ini 40 % orang Perancis mengaku tidak lagi beragama….
Angka yang sama hampir dicapai juga di Jerman, Rusia dan Inggris, serta beberapa negara lain…
Maka terjadi penurunan orang orang beragama di Eropa…. Apakah nanti kalau tidak ada agama,
tidak akan perang lagi, kalau mengacu pada tulisan kamu di atas ?
Jawabannya tidak. Bagaimana pun agama adalah penuntun hidup manusia, apapun agamanya.
Dengan hancurnya agama di Eropa hingga beberapa tahun ke depan, maka bisa dilihat sendiri
seperti apa kehidupan sebagian orang orang Eropa sekarang….BEBAS sebebasbebasnya tanpa kontrol,
seks dan pergaulan bebas bukan lagi hal yang tabu, karena tidak pentingnya lagi agama bagi mereka…
Apakah menghentikan perang lebih penting dari pada agama ?

Saya tidak sependapat dengan tulisan kamu. Thanks

#162   tanya on 08.10.08 at 22:46

Baik di Kristen , atau di Islam , begitu juga di agama lain…lebih banyak mereka yg mengklaim beragama padahal tidak …nah mereka2 itulah yg bikin ribut….! Kalau yg benar2 soleh sih, gak ribut tuh…!

#163   Ricci on 08.10.08 at 23:41

Contoh yang kamu berikan itu sungguh kacau, tendensius & irasional.

1. Mana ada pastor dari dua negara yang berseteru, saling ‘memihak’ dan memberkati serdadu2 negaranya masing2? Tolong berikan bukti atau minimal link nya. Dalam sejarah 2000 tahun, Gereja Katolik (GK) tidak pernah memihak negara manapun. Dan para pastor DI SELURUH DUNIA itu ‘CUMA’ taat kepada Bapa Suci Sri Paus, bukan pemimpin negaranya.

OTORITAS, itulah perbedaan fundamental GK dengan ajaran manapun di dunia ini. GK itu SATU.
IMHO (In My Humble Opinion = dalam pemikiran bodoh saya), perang model Irak - Iran itu mungkin yang lebih cocok kamu pakai sebagai contoh.

2. Dalam ajaran GK, dikenal doktrin ‘JUST WAR’. Orang Kristen itu dilarang membunuh (ingat 10 perintah Allah) kecuali untuk membela diri. Baca link berikut ini dari summa Theologica: http://www.newadvent.org/summa/3040.htm
Satu lagi: http://www.newadvent.org/cathen/15546c.htm

Dalam Katolik, Just War tidak dapat dilakukan dengan gampang hanya karena kita merasa pihak tertentu sudah bertindak sewanang-wenang terhadap Umat Katolik atau telah melanggar ajaran Katolik. Semua kondisi dan syarat yang ada harus benar2 terpenuhi dalam waktu yang sama. Dan kondisi yang ada tersebut juga merupakan kondisi yang ekstrim di mana sudah tidak ada jalan lain untuk tidak melakukan perang.

Belum lagi ajaran Gereja tentang legitimate deffense (CCC2263-2265) yang juga dengan jelas menyatakan bahwa dalam kondisi self deffense sekalipun, seseorang harus tetap menghargai nyawa musuh yang menyerangnya (walau pada akhirnya bisa saja usaha self deffense itu ternyata menyebabkan si musuh mati.)

Bahkan hukuman mati hanya diijinkan Gereja jika itu sudah merupakan jalan terakhir yang dapat dilakukan untuk mempertahankan hidup banyak orang dan meredakan pihak agressor.

3. Kapan Austria pernah berperang melawan Jerman? Dalam Perang Dunia I, mereka justru bersekutu. Klik di: http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Dunia_I
Dalam PD II, Jerman justru dipimpin oleh Adolf Hitler yang nota bene kelahiran Austria. Klik: http://www.answers.com/topic/adolf-hitler

Saran saya, berlelah sedikitlah buat riset sebelum beropini. Entahlah kalau memang kamunya punya maksud lain.

Tuhan sertamu!

#164   Randu on 08.10.08 at 23:47

Secara logis, agama bukan penghancur dunia, tapi agama kendaraan yang paling mudah digunakan untuk menghancurkan apa saja, terutama kalau perut kosong.

Sederhana aja, perut kosong bikin pikiran kosong. Pikiran kosong mudah diajak bermimpi dan mudah cari kambing hitam untuk disalahkan. Secara umum pikiran dan perut kosong sangat mudah dijanjikan surga untuk menjalankan sesuatu yang radikal. Tinggal tujuannya mau ke kanan atau ke kiri. Mau untuk tujuan mulia atau tujuan jahanam.

Di sepanjang secarah manusia, mereka yang tertindas, lapar, hidup susah yang nomor satu digerakkan untuk berjuang, merusak, menghancurkan, mengubah keadaan, apalah namanya tergantung sudut pandangnya, dan menggunakan agama adalah cara yang paling mudah.

Tidak usah saling menjatuhkan agama yang ada, karena di setiap agama ada oknum ulama, petinggi agama, tua-tua atau yang dituakan yang menyalahgunakan agama, mendompleng agama untuk kepentingan pribadinya.
- Mencuri
- Memeras
- Mengancam
- Membunuh
- Memperkosa
- Menipu
- Menindas
- Menjajah
- Diskriminasi
- Rasialisme

Sebutkan puluhan lagi pelanggaran dan kejahatan yang dilakukan dengan dalih agama, pembenaran karena ajaran agama yang diselewengkan untuk kepentingan sang petinggi agama jahanam.

Jadi kalau mau memerangi penyelewengan agama oleh oknum petinggi agama, umat harus dikenyangkan perutnya, dikenyangkan otaknya. Carilah negara mana yang rakyatnya kenyang yang mau melakukan kejahatan dengan dalil agama yang diselewengkan, cuma negara2 melarat & susah, atau negara yang semestinya kaya tapi dibuat melarat oleh para pemimpinnya yang sesat.

Agama bukan penghancur dunia, tapi ‘kendaraan’ yang paling mudah digunakan untuk menghancurkan dunia, itupun kalau umatnya dalam keadaan lapar dan susah.

#165   Ricci on 08.11.08 at 00:09

PS.
Tolong cari tau juga perbedaan kata Fanatik & Radikalisme. Sepertinya kamu mengacaukan arti dan makna kedua kata itu.

#166   Ricci on 08.11.08 at 00:17

PSS.
Darimana kamu temukan frasa pepatah “Pohon yang baik terlihat dari buahnya,” itu?

Kalo “Pohon itu dikenal dari buahnya” memang ada, boleh juga sih kalo mau kamu sebut sebagai pepatah. Kalimat itu adalah salah satu Sabda Allah, ada di Kitab Sucinya orang Kristen.

Pax Christi

#167   Ricci on 08.11.08 at 00:54

Buat wawasan dan kalo punya niat belajar, silakan mampir aja ke: http://ekaristi.org/forum/calendar.php

#168   Jiwo Setyo on 08.11.08 at 05:03

Hati2, saya lebih setuju Tanya (yg kasih komen di tgl 10 Agustus), kalau yg bener2 mengimani agama masing2, tentunya ga akan ribut, dari sini saya bisa mengira2 siapa Hell-da sebenarnya. Anyway, balik ke hati2 tadi, waspada jg akan mulusnya hasutan dari pihak atheis (non-agama) maupun pihak kontra-agama (anti-God) yang memuja Iblis dan Neraka (Hell).

#169   Adni on 08.11.08 at 05:45

Merupakan propaganda dari bagian konspirasi global dan salah satunya adalah menghapus agama dari muka bumi. Jangan heran dan …….. CINTA tapi diciptakan TAK CINTA, DAMAI tapi diciptakan TAK DAMAI ………. PASTUR SESAT

#170   Jundullah on 08.11.08 at 05:52

Sun Zhu pernah berkata, salah satu hal yang sangat krusial dalam sebuah peperangan adalah “siapa yang paling kuat landasan moralnya?”. Hal ini sangat di sadari oleh para panglima perang, sehingga hal apapun yang akan menguatkan moral dan mental para prajurit akan diusahakan semaksimal mungkin. Agama adalah faktor yang paling kuat dalam membentuk moral dan mental seorang manusia karena berkaitan langsung dengan keyakinan. Dari sini mulailah orang-orang yang memiliki kekuasaan berusaha untuk menjadikan agama berada di “pihak” mereka dengan cara apapun, pemaksaan, pembohongan, peng’kelabu’an, propaganda, dan lain-lain demi menjadikan agama sebagai ’senjata’ ambisi-ambisi mereka. Jadi sebenarnya agama adalah korban, kambing hitam, bukan penyebab konflik itu sendiri.
Kalau memang ingin melihat agama sebagaimana adanya pelajari saja sumber-sumber ajarannya. Disitu kita bisa melihat mana emas mana imitasi.

#171   Komang Wirawan on 08.11.08 at 06:24

Ini jadi masalah karena pola pikir kita, terutama dari Asia, Amerika Latin dan Amerika Tengah yang mengedepankan religiusitas, lain dengan Eropa dan Amerika yang mengedepankan akal dan penerapan hukum, kita yang mengedepankan religiusitas sangat bertentangan dengan kehidupan nyata, yang menerapkan akal untuk menyelesaikan masalah. Kita kekenyangan makan doktrin agama, mabuklah kita dengan janji janji yang abstrak.

#172   ariez on 08.11.08 at 06:28

MENURUTKU……….
TIDAK ADA AGAMA YANG MENGAJARKAN KEKERASAN DAN KEKEJAMAN…….
KEKEJAMAN MERUPAKAN SANKSI BAGI YANG BERSALAH
ORANG TIDAK DAPAT MENGATAKAN AGAMA ORANG LAIN SALAH,
KARENA LAKUUM DINUKUUM WALIYADIN
“AGAMAKU ADALAH AGAMAKU DAN AGAMAMU ADALAH AGAMAMU……….”
MEREKA YANG MENGATASNAMAKAN AGAMA SEBAGAI KEDOK KEKERASAN ADALAH SALAH,
INI BUKAN JAMAN PERANG SALIB MAUPUN PERANG BADAR.
MUNGKIN ANDA SEKALIAN INGAT, SALH SEORANG ANGGOTA TPM (TIM PEMBELA MUSLIM)?
DIA BERKOAR-KOAR DI TV, KALAU DIA YANG BENAR, KARENA DIA SEORANG PENGACARA,
TAPI DIA JUGA SEBAGAI PENGACARA SEORANG JENDERAL, YANG TYERLIBAT PEMBUNUHAN AKTIVIS HAM
MUNIR………………..
MUNAFIK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
KALAU BELUM LULUS JADI SARJANA HUKUM, JANGAN BAWA2 HUKUM…………
PASTI MATA KULIAH HUKUM DAN HAMNYA WAKTU KULIAH E MINUS,
KARENA GA TAHU KALAU AGAMA ADALAH HAK MANUSIA YANG PALING ASASI…………

#173   Lilie on 08.11.08 at 07:05

@komang, Emangnya siapa biang perang di dunia? EROPA DAN AMERIKA !!!!!

#174   Komunis on 08.11.08 at 07:28

Di Indonesiaku pindah agama susahnya bukan maen, padahal pindah 2 itu adalah hak lho, lihat di negara maju, KTP gak ada agamanya, klo mo pindah silahkan aja.
China , notabone tanpa agama bisa maju pesat, pembukaan olimpiade kemaren buat kita orang beragama berdecak kagum.
Agama adalah hak pribadi, dan hubungan pribadi kita dg Tuhan, mari kita hargai mereka yang beragama.
Negara2 yang “beragama”kenapa keok sama Cina??????? ada yang salah ????? cuma ngurusin agama gak ngurusin negara ??? he…he…..
Kalo tanya sama si komunis itu, ntar mati kemana???, jawabnya enteng koq, mati ya mati, gak ada orang mati yg gak enak kemudian balik ke bumi hidup lagi….he………., tapi yang jelas selama hidup dibumi dah nikmati hidup dan gak resek…..
Hayo kita hidup lebih baik

#175   sepertinya on 08.11.08 at 07:30

setuju dengan SS YI,
hell da kemungkinan besar saksi yehuwa !!!!

dah apal kok dengan arah gaya penulisannya

#176   tongkosong on 08.11.08 at 07:40

Kita memperdebatkan masalah existensi agama dibumi saya rasa kita sepakat aktor yg harus disalahkan adalah manusia sendiri karena tuhan sudah menciptakan semua isinya untuk digunakan oleh manusia adalah tidak lain adalah sebagai tempat ujian hidup didunia karena nantinya anda, kita semua dan seluruh umat dunia akan meninggalkan dunia yg tidak seberapa nilainya, dan anda akan lulus bila anda mengikuti rambu2 rambu/ aturan yg ditetapkan dan bila tidak saya jamin anda akan dapat hasil nya bukan saja di akhirat tapi juga didunia.

saya ingin komentari anda mengenai agama adalah hal asasi manusia dalam hal ini benar adanya, tapi bukan berarti mereka punya hak untuk merusak atau menghancurkan keyakinan agama tertentu, saya tidak tau apa itu dibenarkan tidak oleh kitab suci aktivis HAM….karena yg saya tau aktivis ham hanya memperhatikan hak2 mereka yg merusak kaidah agama tertentu, tanpa perduli akan perasaan umat yg disakiti. (Masalahnya kenapa mereka tidak membuat agama baru…? kalau mereka yakin pada agama mereka….sehingga ketenangan dan toleransi antar umat dapat terus dijaga.

Saya tidak membela pengacara tersebut paling tidak dia sudah melakukan tugasnya dengan baik untuk membela/ mempertahankan kaidah agama yang sudah diajarkan secara turun temurun sejak NABI kami mendapat wahyu sampai wafat nya NABI kami.

Terimakasih

#177   Aziz on 08.11.08 at 08:11

with or without religion, human will fight each other anyway… it’s just natural…

#178   Iwan on 08.11.08 at 08:14

Sudah sedalam apa Anda tahu dan paham agam Anda sendiri? Dan sejauh mana Anda paham agama lainnya?
Sebaiknya sebelum menulis introspeksi dulu lah…

#179   MASLUL NAJIH on 08.11.08 at 08:24

buat komunis,,,klo loe punya pandangan demikian knp loe ngga pindah aja ke negara cina?,,knp loe banggain cina padahal loe sendiri masih d sini? makan minum,berak,,d mana loe,,klo bukan d sini? klo gitu bikin aja ktp sendiri…hahahahaha

#180   didik on 08.11.08 at 08:34

Peperangan adalah pilihan bodoh, walaupun banyak orang menginginkannya. Perdamaian itu indah dan hanya utopia belaka bila ada yang merasa paling benar dan memaksakan. Tidak ada paksaan dalam Islam. Mau kafir silakan mau musyrik silakan. Islam menawarkan solusi bagi yang mau berpikir, tetapi terkadang manusia tidak mau memahami dan langsung phobi terhadap agama perdamaian ini. Sayangnya banyak kalangan Islamophobia yang berhasil mencitrakan Islam sebagai biang teror, padahal terorisme itu masih unlimitted definition. Amerika Serikat itu teroris karena selalu menebar ancaman karena merasa paling benar dan memaksakan kebenaran yang diyakininya. Agama bukan perusak perdamaian dunia, tapi bisa jadi menjadi alat untuk bisa saling serang bila penghinadinaan terhadap agama masih dilakukan. Lihat saja Amrozi Cs. Apa mereka itu menempatkan Islam pada tempatnya ? Ada siapa di belakang Amrozi ?

Agama harus ditempatkan sesuai pada tempatnya. Bukan dihinakan dan dijadikan alat untuk saling serang. Seharusnya pemimpin agama itu mengerti hakikat agama yang diyakininya. Merasa jadi pemimpin malah mencelakakan umat, itu namanya pemimpin bejat. Pemimpin jangan asal membuat kontroversi, asal ngomong atau nggak pakai otak kalau berkomentar. Bicaralah dengan hati jangan pakai emosi.

#181   Oka Dayendra on 08.11.08 at 08:48

hmm.. cina is the best.. saya suka Jet Li ma Jacky Chan.. (ups.. itu dari hongkong ya?) Semua orang ngurus agama, ga akan ada habisnya.. Agama ya agama, hak pribadi setiap orang.
Pernah denger ini : –> Gitarist Iron Maiden mempublikasikan diri sebagai Atheis, dan di bokongnya di tato tulisan SUCK : GOD.
Dia berkata pemimpin dunia meninggi2kan agama dan mengagung-agungkan Tuhan, tapi mereka menyebabkan kehancuran didunia, memulai perang.

Tapi akhirnya, si gitaris (saya lupa namanya), masuk Islam dan dia sangat kagum dengan filosofi Islam walau dia akhirnya mengklaim sebagai penganut Islam, juga penganut Kristen, Hindu, Jahudi, Buddha.
Intinya dia, hanya berusaha hidup lebih baik dengan ajaran kebaikan agama.

God bless u all.. :)

#182   Odie on 08.11.08 at 09:09

ane rasa, agama tidak dibuat untuk menghancurkan dunia, tapi oknum dari tiap2 agama yang terlalu fanatik, dan menginginkan agamanya yang berkuasa dimuka bumi (EGOIS). ane rasa semua agama mengajarkan perdamaian, tidak kekerasan, tidak juga peperangan. ah, pusing ngomongin agama, semua berbalik ke keegoisme setipa orang…

#183   Atheisman on 08.11.08 at 09:18

Gitu aja Kok Report ?
Hari gini ngomongin agama ?
Banyak frenz masalah2 yank lebih krusial di Indonesia . Kemiskinan , pengangguran , kriminalitas , penyakit yang merajalela ,kelaparan dll . Ngomongin agama cuma ngomong kemunafikan , semua bilang benar tetapi sesungguhnya belum tentu benar , benar menurut versi masing2 tapi pada munafik.
Mendingan urus aja masalah2 di Indonesia . bukan ngurusin Ahmadiyah dll yang ujung2nya cuma bisa bikin rusuh negara RI .

#184   Muhammad on 08.11.08 at 09:24

Bismillah, Assalammu’alaikum.

Alhamdulillah, Allaahummaa sholli ‘alaa Muhammad wa a’alaa aali Muhammad kamaa shollaita ‘alaa Ibroohim wa ‘alaa aali Ibroohim.
Sebagai umat muslim yang sangat menjunjung tinggi agama ALLAH meyakini bahwa agama Islam (MUSLIM) justru adalah sebagai pemersatu ummat di muka bumi ini, sedangkan yang membuat pemecah ummat adalah pemikiran-pemikiran sesat yang datangnya dari SYAITHON. Mengenai banyaknya agama di muka bumi adalah sebenarnya bermula dari 3 agama yaitu: MUSLIM, Yahudi, dan Nashrani yang disebut dengan agama SAMAWI (agama yang turun dari langit). Allah memerintahkan kita untuk memohon jalan yang lurus, yaitu jalannya orang-orang yang diberi nikmat oleh ALLAH dan bukannya jalan orang-orang yg dilaknat (Yahudi) dan jalan orang-orang yg sesat (Nashrani).

Wallaahu a’lam bi showaab.

Muhammad Abdullah

#185   lengeh on 08.11.08 at 09:30

memang masalah agama gak pernah ada matinya…. tapi kalau selama kalian2 mengomentari masalah ini hanya pada keyakinan anda sendiri hal ini gak bakalan kelar. satu tujuan kita semua adalah TUHAN untuk mencapai tujuan itulah namanya keyakinan yaitu agama… sama orang mau ke jakarta dari denpasar, dia bisa lewat darat, udara dan laut nah begitulah agama. kenapa harus di perdebatkan? anda gak suka dengan amerika kenapa ngebom bali atas nama agama? apa ada yang komentari masalah itu meminta dari mereka cepet eksekusi amrozy karena mencemarkan agama mereka?… jangan memfonis bahwa agama orang itu salah tapi tanyakan pada diri sendiri apakah keyakinan kita selama ini sudah di benarkan oleh tuhan. aku pikir semakin pinter orang akan agama dia akan semakin menunjukkan kepintarannya, ngomong sana sini seolah dia itu sudah terlalu benar… coba liat di televisi debat itu… aku kadang2 geli dengarnya… prinsipku aku punya keyakinan itulah yang harus ku yakini… karena aku merasa nyaman dan jangan pernah ngusik2 keyakinan orang…

#186   Cindy on 08.11.08 at 09:44

Agama itu ciptaan manusia sendiri…..Tuhan tidak pernah menciptakan agama….Apa yang Tuhan pikirkan tentang manusia tidak akan pernah sama dengan apa yang dipikirkan manusia…..jadi di dunia ini tidak ada kebenaran yang mutlak…..kita mengasihi Tuhan mengakui keberadaan Tuhan tidak melulu harus beragama….Agama itu hanya sarana untuk kita lebih merasa dekat dengan yang kita sebut Tuhan….jadi alangkah indahnya kalo kita hidup rukun damai…..TANPA MENGHAKIMI SAUDARA2 KITA YANG MENGANUT AGAMA LAIN…..karena sesungguhnya disitulah Tuhan ada.

#187   Busono on 08.11.08 at 09:45

Waduh..kalo menurutku yg paling bener ..just close this blog.cause this is also part of peace distoyer…! see you

#188   addyaja on 08.11.08 at 09:50

Apapun alasannya Agama gak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, jangan pernah berpikir bisa memisahkan Agama dengan karir, harta dan lainnya..Agama mengatur semua kehidupan, dan tentu saja kalau kita beragama pasti kita percaya sama Allah dan Rasul-Nya..saya tiidak bisa membayangkan, satu menit saja Allah tidak memberikan Oksigen buat saya, saya pasti mati…dan Itu salah satu CIPTAAN-NYA..jadi setiap kegiatan yang kita lakukan, mengatur negara, bekerja, dan lainnya sudah pasti kita bernafaskan?????
Masalah berperang??????? itu karena ada salah satu Agama yang secara diam2 ingin menghancurkan agama lain baik secara langsung maupun tidak langsung….Contoh, orang Non Muslim di Indonesia, sangat sedikit dibandingkan dengan Muslim, tapi dulunya aman2 saja kan???? tetapi lihatlah sekarang? mereka yang sedikit saja masih saja ada program2 mereka yang aneh2 buat muslim…kenapa berani dan bisa? ya didukung sama US tentunya…mereka menciptakan MUSLIM2 LIBERAL dengan memberikan beasiswa ke US yang sangat menganut PLURAL………inilah mereka yang menghancurkan AGAMA dari DALAM.
Saya pernah membaca Sejarah Perang ACEH..Orang Aceh pada saat itu sangat susah dikalahkan sama Belanda, karena mereka menganggap Belanda adalah kafir, dan mereka berperang menganggap perang melawan Belanda adalah perang JIHAD..sehingga Belanda kewalahan…hingga suatu saat Belanda “mencetak” seorang “Ulama” dan mengirimkannya langsung ke Masyarakat…dari situlah mulai terjadi konflik Horizontal yang memudahkan Belanda mulai dapat mengalahkan Aceh….
Jadi, apa bedanya sekarang???? UU anti Pornografi dan Pornoaksi saja belum disahkan??? itu karena orang2 Islam Liberal inilah yang menghalanginya, bukan yang non muslim, dan tentu saja negara kurang tegas, sampe2 mereka berkoar “AGAMA kedepannya tidak usah diatur oleh NEGARA..jadi sekarang terjadilah konflik Horizontal..yang membela AGAMA malah dipenjarakan..yang merusaknya ya dipertahankan…..pada saat seperti inilah akan terjadi benturan2 yang susah diatur…ini disebabkan kekecewaan ummat yang ditak dapat dibendung lagi….SEMUAT AJA KITA INJAK, AKAN MEMBALAS MENGGIGIT KITA..apalagi coba2 untuk menginjak agama ISLAM….

#189   ariez lagi on 08.11.08 at 10:06

HANYA ORANG BODOH YANG MASIH MEMPERMASALAHKAN AGAMA…………………
TAPI APAKAH MEMBELA HARUS DENGAN KEKERASAN??????
APAKAH TIDAK ADA JALAN LAIN??????
KITA HANYA MERIBUTKAN AGAMA MELULU, TTAPI ADA YANG LEBIH KRUSIAL DI NEGARA INI…………..
COBA SAUDARA-SAUDARA PIKIRKAN SENDIRI…………

#190   lengeh on 08.11.08 at 10:07

addyaja Says: UU anti Pornografi dan Pornoaksi saja belum disahkan??? emang siapa yg setuju UU itu di sahkan hahahahaha. gak perlu ada undang2 gituan kaleeee… jangan salahkan orang telanjang di depan loe… jangan salahkan orang produksi film bokep tapi salahkanlah niat kita yang mau menonton… gitu aja kok repot… di bali banyak tuh orang bugil di pantai… cari tahu dah tingkat kejahatan bali tentang pemerkosaan nomor berapa? dasar egois mau menang sendiri….

#191   yauyau on 08.11.08 at 10:17

Yah… soal sara lagi..

ini mah bisa aja maunya helda mungkin supaya blognya rame… :)

pembahasan ini sama aja dgn upaya membuktikan adanya Tuhan kepada seorg atheis.
buktikanlah kalau anda bisa… atau alamilah Dia kalau anda mau percaya..

tinggal pilih toh..

#192   SETUJU on 08.11.08 at 10:17

GW SETUJU SM TULISAN DI BAWAH INI

walah , ya orang orang seperti WASIS ini yang membuat tidak damai, menghasut orang lain dengan mempamerkan ajaran agama.

jujur saja, saya tidak tertarik masuk agama anda atau agama apapun kalau dipamer pamerkan sperti itu, dan malas membacanya saja bung! arogan!. kalau anda percaya agama anda benar , yasudah itu urusan anda dengan yang berkuasa Tuhan, bukan hak anda pula untuk mendoktrin agama lain salah.

Apakah dengan anda tahu dakwah Nabi Muhammad dan Quranya, anda jadi orang paling suci? coba belajar, agama itu urusan anda dengan Tuhan, bukan untuk dipaksakan ke orang lain, hormati pilihan orang lain.

Saya merasa sangat banyak orang Indonesia itu munafik, dimata orang selalu ingin jadi orang paling bijak di dunia, tapi di belakang ternyata borok semua. mempamerkan dia orang suci pergi ziarah ini itu, rajin berdoa , amal disni situ, ingin dikenal, apalagi saat berbuat amal, menekankan “saya, dari Agama xyz menyumbang sebesar Rp 100000000″ begitulah secara garis besar.

Anda ingin maju? toleransilah dengan sesama! jangan pamerkan agama anda, itu urusan kamu sama Tuhan!

lihat negara maju karena toleransi, USA,MALAYSIA, AUSRALIA, JEPANG, U.A.E dll, Dubai PUN sebagai ibukota negara ISLAM sangat toleran dengan agama lain.. menghormati agama para pendatang.. Bandingkan dengan indonesia, di KTP saja di kotak2in kamu agama ini saya itu.. BUAT APA?!

SIP BRO…GW SETUJU SM LHO…..
TDK ADA AGAMA YG LEBIH BAIK / LEBIH BURUK…

#193   yenin on 08.11.08 at 10:26

Yg penghancur tuh orang2 nya bukan agamanya.
so AGAMA BUKAN PENGHANCUR PERDAMAIAN DUNIA BUT PENCIPTA PERDAMAIAN DUNIA.

#194   sarmin on 08.11.08 at 10:38

AGAMA BUKAN PENGHANCUR PERDAMAIAN DUNIA BUT PENCIPTA PERDAMAIAN DUNIA?… bullshit!!!

#195   to addyaja on 08.11.08 at 10:46

ADDYAJA, agama tuh kayak barang dagangan, lo gak usah naif…. kenapa banyak partai islam?..karena mereka tau sebagian penduduk indoneisa muslim, dan mereka mengharapkan dukungan karena “persaudaraan muslim” yang bisa diperdagangkan.
Kenapa FPI,HTI, MMI dll. tampil garang?..karena mereka berasumsi kalau mereka di gasruk “persaudaraan muslim” akan membela mati2an, dengan darah kalo perlu…

So, Agama apapun, pokoke mayoritas pasti lagaknya petentang-petenteng, dan suka maen keroyokan… AGAMA=BARANG DAGANGAN, …lo jual gue beli!..yooo brotherr yooo…

#196   yudi on 08.11.08 at 10:49

Masalah di indonesia ini..segala sesuatu dihubung2kan dengan agama..ya kalo positif..seringnya kan negatif…politikus dan artis paling sering pake agama untuk kepentingannya….agama dijadikan tameng dan ketenaran serta simpati ..saya sih kasian aja dengan rakyatnya yg suka seperti itu..ujung2nya mereka juga yg jadi korban…kadang lucu juga melihat mereka yg suka tampil di tv baik politikus maupun artis yg munafik2 itu…!!! espektasi yg berlebihan dari masyarakat yg cenderung tertipu oleh artis2 muna bisa jadi kecewa dan sudah terbukti tuh…dari yg ngerokok, nyeleweng,cerai…(sebenarnya sih kasus2 itu biasa aja..cuma artis2 yg melakukan itu kan di camera tv sangat alim…)

so…jangan terlalu fanatis yg berlebihan…agama itu akan baik kalo diartikan dan diamalkan secara benar…!!!!

#197   stalin on 08.11.08 at 10:55

klo berpikir positf aja deh..yg bkn sengaja mejebak kita tuk berpikir sempit..berpikir picik..
pada dasar ke dua pastur hanya memberkati para tentara supaya selamat dlm menuaikan pekerjaannya.. sama hal kita kita berdoa..minta diberkati dlm pekerjaan or dlm usaha..
tentara tugasny menjaga keamanan or berperang..sang pastur hanya meberkati tuk keselamatan para tentara tsb..
yang salah adalah para pemimpin ny saling berperang…

walau banyak ketidak adilan di dunia ini tapi
coba tuk berpikir positif lah..krn 4JJl (allah) akan mebalas semua perbuatan manusianya..baik buruk nya…

#198   goest on 08.11.08 at 11:05

Hell Das Kamu agamanya apa Apa gak punya agama pantesan namanya Hell das ( go to hell)

#199   adri on 08.11.08 at 11:06

Sebenarnya agama telah mengajar kita untuk hidup rukun sesama, tapi kalau kita tidak mengikuti apa yang diajarkan, hanya mengikuti hawa napsu ingin menguasai, ingin lebih dari yang lain hanya berdasarkan nalury sebagai manusia makanya banyak terjadi perang satu sama lain.

#200   Habib Riziq on 08.11.08 at 11:11

Bagaimana mau benar?, wong di ajarannya aja ada tertulis :
1.untuk membunuh semua orang yang tidak seiman & yg tidak mau ikut.
2.kawin sama gadis umur 9 tahun di syahkan & banyak istri juga dianjurkan.
3.membunuh dengan brutal atas nama Tuhan?
4.isi kitabnya mirip dengan kitab2 yang lebih dulu ada?
Ha ha ha…ya kelihatan deh kelakuan pengikutnya!!

#201   budak_bangor on 08.11.08 at 11:12

Gak usah kagetan menghadapi segala sesuatu itu, biasa aja……santaaaaaai.
Setiap kejadian adalah merupakan saringan untuk menuju ke penciptanya.

#202   azasi on 08.11.08 at 11:21

Menurut hemat saya agar Indonesia tercinta bisa menuju adil dan makmur, agama tidak perlu dicantumkan pada KTP, Biodata dll…dll…
sehingga kebersamaan dan semangat untuk membangun tidak tergoyahkan.
Bukankah dgn mencantumkan agama akan membuat apriori antara assessor dan assesment dalam tanda kutip yg berbeda agama.
Mari generasi muda punya prinsip : Agamamu adalah Agamamu, Agamaku adalah Agamaku, tetapi untuk membangun Indonesia mencapai adil dan makmur adalah cita2 kita bersama.
Semoga

#203   Maman on 08.11.08 at 11:22

Lebih baik kita ga usah berbicara agama lah, gw yakin banyak yg pada nge-posting disini gak begitu tau banyak tentang agama. yg ada nanti malah salah paham. nah hal2 yg beginilah yg bisa bikin konflik.
kalo jaman dulu orang perang karena masalah wilayah dan ekonomi, jaman sekarang orang perang karena agama?? itu bodoh. Kasihilah tuhan-mu yg telah mengajarkanmu kebaikan, malah sekarang banyak yg klaim harus membunuh orang demi tuhan-nya ?? how stupid they are. dosamu tidak ditanggung oleh aku, dosaku tidak ditanggung olehmu, tapi kita masing2 menanggung dosa kepada tuhan kita.

#204   addox on 08.11.08 at 11:25

yey….agama itu mengatur manusia…, membedakan yang benar dan yang salah….., dan memerintahkan untuk membela kebenaran dan memusuhi kejahatan….

wong orang yang ga peduli agama aja bikin komik musuh-musuhan…..xmen supermen, betmen, sepidermen…..ada yang baik ada yang jahat….

#205   jeka on 08.11.08 at 11:42

Ngga’ apa perang. Setelah perang khan damai. Jangan takut perang, demikian juga jangan takut berdamai.

#206   Anti Corrupt on 08.11.08 at 11:49

Please, Could we change the topics?
Kayak gak ada masalah lain aja.

#207   ReVolution oF Peace on 08.11.08 at 11:58

Neh Lo dengerin…

yg ngebunuh, ngebakar, ngerusak, ngancurin atas nama allaakbar… ga malu lo…

SlANK aja yg muslim nyindir di lagunya yg di “gedung DPR” ada yg pake peci teriak2 allaakbar, kelakuan barbar ngancurin bar.

dah Jelas kan.

#208   Hasta on 08.11.08 at 12:07

TUHAN menciptakan agama untuk menciptakan kedaiaman di dunia.
Tetapi Agama dijadikan dasar sebagai pembenaran dalam menyerang kelompok minoritas.
Yang salah adalah para pemuka agama yang mengajarkan anak-anak sejak dini bahwa agama nya lah yang paling benar….
Seharusnya di sekolah2 bukan diajarkan agama tetapi budi pekerti….
Agama diajarkan di rumah2 dan kelompok2 keagamaan.
Banyak peperangan diatasnamakan agama, karena kita tahu bahwa penyulut emosi yang paling mudah adalah dengan menggunakan sentimen agama.
Perang di Irak, Iran ataupun Afganistan bukan perang antara Kristen vs Islam, orang BODOH dan BEBAL yang beranggapan itu adalah perang antara KRsiten dan Islam.
Itu adalah perebutan kekuasaan anatara kelompok Islam Syuni dan Syiah.
So, jangan mau diprovokator sama aktor intelektual yang mngusung sentimen anti agama tertentu.
TUHAN tidak pernah mengajarkanm kekerasan.
Tidak ada agama yang paling benar, yang paling benar adalah apabila kita saling mengasihi sesama, hidup saling berdampingan dengan tidak adanya larangan untuk beribadah dan melaksanakan ibadah menurut agama dan kepercayaannya masing-masing.
Jangan berprasangka buruk terhdap agama lain, dengan mengaanggap murtadisasi…..
TUHAN menciptakanmanusia bukan untuk dibunuh, tetapi untuk saling mengghargai.

#209   Atmo on 08.11.08 at 12:21

SAYA KIRA TEMAN TEMAN SUDAH TERLALU BANYAK BERPENDAPAT, MENDING BERHENTI AJA SEKARANG. …. TUH MULAI TENGOK TETANGGA KITA YANG SULIT SEKOLAH DAN CARI NASI UNTUK MAKAN SEHARI HARI. TINGGALKAN ARGUMENTASI TENTANG TUHAN, MENDING KALAU ADA MANFAATNYA SCR KONGKRIT PALING CUMA NGABISIN ENERGI.

BANTU SEKITAR KITA YANG SUSAH, TUHAN NGGAK BUTUH DI ARGUMENTASIKAN, KAYAK TAHU AJA JALAN KE SURGA ????? PEACE AND REST HEHEHE

#210   Gusly on 08.11.08 at 12:32

Tuhan ga pernah bikin agama loh….
Coba aja masing-masing pelajari lagi, kapan agama kalian itu muncul?
Agama kalian itu muncul setelah orang-orang yang katanya pembawa pesan dari Tuhan sudah tidak ada lagi
alias sudah meninggal.
Jadi Agama memang dibuat untuk mengkotak-kotakan manusia.
Ada yang manusia di dalam kotak Islam, Kristen, Kahtolik, Buddha, Hindu dll nya…
Trus didalam Kotank besar itu juga ada, kotak-kotak kecilnya lagi. yang dibuat oleh manusia-manusia yang mau menjadi pemimpin atas massa yang lain… karena sudah tidak kebagian di dalam kotak yang besar…
Jadi seharusnya kita kembalikan semua kembali kepada yang seharusnya.
Kalau agama adalah sesuatu tentang kepercayaan, kita sepatutnya tidak ikut campur atas sesuatu yang
dipercayai orang tersebut.
Soal orang yang membawa-bawa agama untuk menyerang orang lain, semua itu digerakkan oleh pemimpin2 yang berada dikotak-kotak yang kecil, dia mau membuat kotaknya menjadi besar. dan PARAHNYA lagi orang yang menjadi massanya hanya ikut ikutan saja tanpa tahu kebenaran sesungguhnya dari ajaran Tuhan yang mula-mula tersebut.

#211   Hanya Senyuman on 08.11.08 at 12:33

Perang adalah kepentingan kekuasaan des kalau ada yang memberkati ataupun mendoakan entah itu pastur etnah itu pendeta entah itu ulama dan lain baginya itu bukan wujud mereka menyetujui peperangan tidak.. mereka berdoa agar serdadu yang menjadi alat kekuasaan tidak serta merta gampang memuntahkan peluru dari moncong senjatanya namun berdoa agar mereka bisa melaksanakan tugas kekuasaan dan kalaupun mereka harus menembak dan membunuh maka dosanya bisa diampuni karena itu bukan maksud dan tujuan mereka ini adalah karena kekuasaan. Syukur kalau akhirnya toh perang tidak terjadi dan serdadu bisa kembali ke markas dengan selamat.

#212   botaks on 08.11.08 at 12:38

ngambang dan ngga jelas arahnya nieh

#213   Cindy on 08.11.08 at 12:41

Busono Says:

Agustus 11th, 2008 at 09:45
Waduh..kalo menurutku yg paling bener ..just close this blog.cause this is also part of peace distoyer…! see you

SETUJU BANGET….sensitif banget klo masalah yang satu ini….yang jelas bukan agamanya yang jahat tp orang yg memanfaatkan agama itu sendiri utk memecah belah perdamaian……

#214   michelle on 08.11.08 at 12:41

Berterimakasilah kepada Tuhan krn masih beruntung kita2 ini hidup di Indonesia dibawah Pancasila dan masih bisa ngeblog :-) Go Go Go Indonesia

#215   toeyz on 08.11.08 at 13:27

ah kaya yg bener kalian ayo sholat2, ngaji ga usah mikirin hal yg ngga2!!.he

kalian dah pada gde tau mana yg bener ma yg salah!,

hidup bloger,. he, ga nyambung :”>

#216   hamba on 08.11.08 at 13:29

saudara saudara ku semua, jangan ditanggappi orang pinter keblinger ini….
dia mau masuk neraka ….. biarlah dia pergi sendiri…jangan ngajak orang lain namanya aja Go TO Hell Dahhhhhhhhhhhhhh

#217   BOSCHA on 08.11.08 at 13:37

Artikel bodoh…..
kalo pengen tau agama belajar
jangan di pikirin sendiri

#218   Sianipar on 08.11.08 at 14:03

Ngapain juga kalian pening… udahlah yang berseteru hanya dua agama. Islam vs Kristen, kalau Budha dengan Hindu gak ada Tu… apalagi Islam dengan Budha, juga gak ada. Yang herannya manusia-manusia ini sok ngebelain Allah… Allah itu gak perlu dibela… DIA berKUASA atas dunia ini. SO.. apa yang harus kita buat..?? CIntailah sesama Manusia, jgn berdasarkan agama, ras, dll. Kalau seorang haji bisa ngebantu Pendeta yang sedang terjatuh, dan pendeta juga bisa ngebantu Haji yang terjatuh, alangkah Indah….
Allah itu UNTUK SEMUA UMAT MANUSIA. Okey..

#219   Tebe Uno on 08.11.08 at 15:54

Sungguh menarik dan berani sekali isu yang dilontarkan oleh HeLL-dA’S ketengah samudra wacana di negeri ini. Negeri dimana agama menjadi barang keramat dan sakral sehingga banyak yang takut untuk berdiskusi apalagi berdebat. Bila berargumentasi tak jarang caci maki yang keluar. Sedikit pertanyaan mbak? atau mas? HeLL-dA’S kalau diartikan secara hurufiah ada kata neraka di dalamnya, maaf kalau menyinggung.

#220   lengeh on 08.11.08 at 16:12

kok jadi nyalahin helda sih ? baca dulu dong artikelnya? baca dulu jangan langsung memfonis! Yah, ini tidak menjad dasar bahwa agama adalah penghancur perdamaian dunia. Di situ yang salah adalah orangnya bukan agama >>> loe gak baca kalimat yang ini yah… baca dulu dengan seksama baru comment.. okeh

#221   ReVolution oF Peace on 08.11.08 at 16:19

INGAT… BUKA MATA DAN HATI…

USA nyerang irak dan afganistan bukan berdasarkan TUHAN…

disana emang sarang Teroris yg berkedok membela TUHAN…

Liat aja negara2 skeliling Irak di rezim Saddam, ga ada yg Tenang dilanda Ketakutan bahkan Iran yg skrg sok2 menjadi pahlawan bg irak paling keTakutan diserang krn minyaknya… jd sesama muslim disana jg perang krn minyak…

mo lebih jelas lo kepuncak gehh, disana ada imgran irak dan sekitar timteng!!! disana ituh isinya warga irak yg kabur minta perlindungan krn rezim saddam dan mereka setuju USA menumbangkan saddam intinya…

Di Afganistan lebih parah rezim taliban… harga nyawa sgt murah kyk di indonesia… perempuan tidak boleh sekolah, paku kerudung mata doang kliatan klo ada yg kliatan slh satu tubuhnya dipotong… byk yg diperkosa dgn dalil dikawaninin…

yG Lebih parah knp orng2 muslim indonesia lebih mengidolakan muslim yg radikal ini…

drpd muslim yg lebih modern sprti arab,,,turki,,,dubai…

JD INTINYA EMANG MUSLIM2 Indonesia BEBEL oTaknya…

PIkirin Negara sendiri jgn mikirin negara org laen…

MERDEKA…

#222   Nurdin M Top on 08.11.08 at 17:35

Indonesia gak maju2 karena mayoritas muslim.
Munafik, sok suci, padahal paling kejam & biadab.

#223   mat jamblang on 08.11.08 at 22:25

udeh..udehh…jgn saling memaki agama masing2…mana yg paling bner mana yg salah..ga ade abisnye kalo ngebahas cuman pake maki2an doang, saran gw : pelajari dulu masing2 agama yg kite anut, baik secara historis, logika trus pengalaman2 batin yg kite dapet..jgn cuma baru tau kulitnye doang..ente udeh menjelek2an agama lain dan dlm mempelajari agamanya, ente juga hrs jujur terhadap perasaan, hati, pikiran yg tdk memihak. dari situ ente akan tau mana yg benar mana yg salah

#224   dekisugi on 08.13.08 at 14:31

gini aja deh. kita liat aja komentar2 disini. ya tata bahasanya, ya adab berdiskusinya. itu menunjukkan seberapa baik agama menyerap ke dirinya. kalo dirasa sudah menyerap agama sepenuhnya, tapi komentarnya seperti tak beradab, ya silahkan nilai sendiri.

bagi yang gak percaya agama ato tuhan, ya terserah deh. mudah2an sampeyan hidup selamanya.

katanya, ada adalah sesuatu yang bisa kita sebut.

@nurdin m top:
sori ya, sampeyan bisa ngisi blog ini awalnya karena ada yang menerjemahkan dan implementasikan pengetahuan dan kebudayaan yunani menjadi iptek. dan yang jelas itu bukan pihak yang doyan bakar perpustakaan, kolonialisasi, perbudakan penduduk asli, pencuri rempah-rempah, apalagi yang bikin eropa masuk dalam masa kegelapan.

@hell da’s
“Padahal pada waktu itu jelas2 Alkitab dg jelas menyatakan di Yesaya 40:22,
“Dia yang bertahta di atas bulatanbumi…””

terima kasih atas infonya. sayang sekali galileo jadi korban. jg copernicus…

#225   orang udik on 08.14.08 at 21:25

Agama Penghancur Perdamaian Dunia? Aku orang udik tidak setuju! Kalau Agama adalah Salah Satu Penghancur Perdamaian Dunia aku masih bisa setuju. Tapi aku lebih setuju lagi kalau judulnya adalah Manusia Menghancurkan Perdamaian Dunia.

Manusia, gw, lu dan lu… pada dasarnya takut akan hal-hal yang tidak diketahui. Menurut mu, apa yang dipikirkan oleh manusia ini… manusia ini adalah orang yang PERTAMA kali mendengarkan pertanyaan yang PERTAMA kali ditanyakan “Kalau kita mati bagaimana yah? seperti apa yah?”, beginilah jawaban yang ada, dan bagaimana jawaban tersebut berkembang:

1. (Masa komunikasi manusia dengan isyarat tangan) Mati ya mati, titik.
2. (Masa komunikasi manusia dengan suara) Aku tidak tahu.
3. (Masa komunikasi manusia dengan bahasa) Mungkin semua gelap.
4. (Masa manusia belajar menggunakan kiasan) Manusia mati tapi pikirannya masih hidup di alam lain
5. (Masa manusia mulai saling bertanya mengenai keabadian) Hanya SATU yang abadi, YAITU yang menciptakan ini semua, dan yang menciptakan kondisi bahwa manusia tetap ada
6. (Masa setelah itu) Manusia itu memiliki jiwa abadi.
7. (Masa sesudahnya) Abadi? Tinggal dimana jiwanya?
8. (Masa berikutnya) Tinggal dengan yang SATU dan ABADI.

9. (Masa superior) Masa semua tinggal ditempat yang sama? orang2 suku sebelah yang kita takuti juga? (O mereka setelah mati tinggal di tempat yg berbeda, yang tidak enak, tandus, kita tinggal ditempat yang nyaman)

10. (Masa populasi) Apa yang menentukan kita tinggal ditempat nyaman setelah kita mati? (Yang mencetuskan pendapat tempat nyaman setelah mati menjawab - kamu harus hidup seperti kita, menuruti apa yang kita katakan)

11. (Masa goblokisasi) Tempat yang nyaman setelah mati hanya untuk kita! yang hidup dengan cara kita! yang tidak setuju dengan kita masuk tempat tidak nyaman!

12. (Masa globalisasi goblokisasi) Cara hidup kita kita namai AGAMA A! mereka beda dikit kita namai AGAMA B! yang kita tidak suka kita namai AGAMA C! mereka yang kita anggap jahat telah menamai diri mereka sendiri dengan AGAMA D!

13. (Masa kepunahan) AGAMA C dan AGAMA D harus dilenyapkaaaan!!!

…………………..

Coba kita perhatikan dan kita bandingkan dengan partai politik…

1. Hal ikwal hanya ada pejuang melawan perbudakan
2. Dulu hanya ada pejuang kemerdekaan
3. Kemudian ada 3 partai politik
4. Sekarang ada banyak partai politik
5. Saat ini banyak golongan putih
6. Partai A tusuk partai B, yang partai B tusuk partai C

PERANG ADA KARENA KEINGINAN DAN KEBODOHAN MANUSIA…

Pada akhirnya kepadatan penduduk dan keperluan lahan (plus kebodohan manusia) akan menimbulkan perang…

#226   mat jamblang on 08.14.08 at 22:22

gile bangeet….bner2 hebat org2 indonesia kalo soal komentar, jago2……..implementasinya..? NOL BESAR..!! diskusi, debat panjang…bagi kita cuma ngisi waktu doang, se olah2 dengan “hanya” berbicara sampe ber busa2 (kopi pake duit masing2) masalah sudah diselesaikan…., setelah itu kembali ke dunianya masing2

#227   nobody on 08.15.08 at 00:32

siapakah kita ?
Kita adalah manusia yang diciptakan TUHAN dan menjadi hidup karena ada ROH ALLAH yang dihembuskanNYA kedalam tubuh kita . . . . seluruh bangsa bangsa didunia ini.

Yang diajarkan oleh Tuhan adalah KASIHILAH sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri (tanpa catatan hanya yang seiman, atau segaris keturunan atau sesuku atau sebangsa saja), tapi ini berlaku untuk seluruh umat manusia dibumi ini tanpa kecuali.
Musuh kita bukan sesama manusia, musuh kita adalah ROH ROH KEGELAPAN yang untuk sementara waktu diijinkan TUHAN untuk berkuasa dibumi ini

Setelah berpuasa 40 hari, Tuhan Yesus dicobai oleh iblis, untuk merubah batu menjadi roti, untuk melompat dari bait Allah dan yang terakhir si iblis berkata kepada Tuhan Yesus :
IKUT AKU, MAKA AKAN AKU BERIKAN DUNIA INI KEPADAMU
Jadi disini jelas bahwa yang menjanjikan KUASA DUNIA bukanlah Tuhan tetapi si IBLIS .
Yang Tuhan janjikan bukan kekuasaan didunia ini, akan tetapi KEHIDUPAN KEKAL SAAT KITA MASUK KEALAM ROH .
Inilah tujuan kita beragama . . . . apapun label agamanya, mau Kristen kek, Islam kek, budha kek, apa aja deh …
Jadi bukan dengan membunuh orang lain yang tidak seiman lalu kita dapet tiket kesurga .
Karena tidak ada satupun agama yang mengajarkan kita untuk saling bunuh.

Buat saya Yesus adalah TUHAN dan JURU SELAMAT
Buat saudara saudara saya yang beragama Islam, Tuhan Yesus hanya seorang Nabi biasa.
Mungkin buat yang lainnya tidak berarti apa apa
Buat saya perbedaan itu tidak menjadi masalah.
Seperti umat Islam mengatakan bahwa Nabi MUHAMAD SAW adalah Nabi terakhir,
Saya mengatakan bahwa Nabi terakhir adalah Tuhan Yesus.
Karena Dialah nanti yang akan datang kembali kebumi untuk menjadi HAKIM YANG ADIL diakhir jaman, yang akan menghakimi orang yang hidup maupun yang mati sebagaimana dinubuatkan
didalam kitab kitab suci .

Perbedaan itu tidak membuat kita harus bermusuhan dan saling bunuh .
Jalani saja apa yang kita masing masing imani dengan taat dan setia,
Hiduplah saling mengasihi, baik kepada yang seiman maupun yang tidak seiman dengan kita.
Amin .

#228   cina murtad on 08.15.08 at 17:04

wah rameee, mau ikutaaaaaaaaaaaan~! :D

agama penghancur perdamaian dunia? pada dasarnya agama dibuat berdasarkan ajaran kebijaksanaan dan kebaikan untuk mengatur kehidupan manusia, yaitu antar manusia dan hubungan manusia ke tuhan. namun setelah agama terbentuk, dibuatlah ritual dan ketentuan tertentu yang kemudian menjadi dogma yang memaksa umat atau orang lainnya untuk menerimanya atau bila tidak menerimanya akan ada sanksinya menurut dogma agama itu. pada saat agama menjadi besar, banyak umat yang menjadi gila kuasa dan memelintir agama sesuka hatinya sesuai kemampuannya, sehingga agama beralih menjadi alat kekuasaan. di dunia yang relatif lebih damai, agama yang kemudian sudah bertransformasi menjadi organisasi raksasa yang bersifat memaksa malah justru menjadi pengacau dunia dengan paksaan agar untuk mengikuti kemauan mereka.

orang bilang islam adalah rahmatan lil alamin … rahmat bagi seluruh semesta alam … siapa bilang? pada kenyataannya islam sekarang justru memiliki image agama paling barbar yang ditunjukkan oleh umatnya yang gemar berperang ATAS NAMA AGAMA dan TUHANNYA di jaman sekarang ini. belum lagi kelakuan nabinya yang tercermin dalam alquran dan sunnah yang dikeluarkannya seringkali meragukan dengan pernyataannya yang bertentangan dengan akal sehat. punya istri resmi berapa banyak? silahkan cari, istri termuda umurnya berapa? silahkan cari, bagaimana kekerasan yang dilakukan pengikutnya agar bisa menyebarkan agamanya? silahkan cari, ada kebebasan memilih agama dalam islam? silahkan cari, apakah isi kotbah jumat oleh penceramah di mesjid itu kebencian terhadap yahudi dan kristen? silahkan cari.

orang bilang kristen adalah agama cinta kasih … siapa bilang? pada masa kejayaannya di abad pertengahan dimana eropa dikuasai kerajaan suci roma (hasil transformasi dari kerajaan romawi), banyak pembunuhan dilakukan DENGAN TUDUHAN BLASPHEMY dan WITCHCRAFT. kelakuan yesus digambarkan sebagai orang yang lembut, namun mengeluarkan perkataan yang juga menyakitkan dan bertentangan. di satu sisi menyebutkan orang di luar yahudi sebagai yang diselamatkan dan di sisi lain sebagai anjing yang mengharapkan makanan sisa dari meja tuannya. belum lagi bukti tulisan yang dihancurkan demi menjaga kemurnian ajaran pada saat aliran katolik menguasai dunia setelah konsili vatikan dimana berkas yang dianggap tidak sesuai dengan iman katolik dibakar musnah sehingga apapun pertentangan dan perbedaan yang terdapat dalam ajaran2 kristen kuno selain katolik tidak akan kita ketahui. apapun penyimpangan yang sudah dilakukan petinggi agama untuk mengubah sejarah, atau kisah yesus dari seorang bijak menjadi TUHAN juga tidak diketahui, karena yang lainnya pun disebut sebagai sesat. agama turunannya juga tidak terlepas dari masalah duniawi, para “pelayan tuhan” yang banyak tumbuh subur lebih berfungsi sebagai pelaku profesi penceramah. profesi disini artinya dibayar. dan anda tentunya bisa lihat sendiri bagaimana para penceramah yang hidupnya mewah sementara kehidupan umat kristen lain sangat miskin, tak heran banyak orang yang ingin menjadi pelayan tuhan bagi orang-orang kaya agar dapat perpuluhan yang besar pula. agama kok komersil.

buddha adalah iluminasi kebenaran … siapa bilang? banyak umat buddha yang malah salah kaprah dengan ajarannya malah menjadi penyembah berhala, terutama karena banyaknya aliran buddhisme yang berasimilasi dengan kebudayaan setempat. bagi yang menyatakan bahwa agama buddha hanya satu, yang mana? bisa tunjukkin? aliran apa? masing-masing juga merasa dirinya umat buddha dari agama buddha yang benar. buddhisme memang mengajarkan kasih kepada seluruh makhluk, bukan hanya manusia seperti yang 2 agama lain di atas ajarkan. namun benarkah itu menjadi napas umatnya? pada jamannya peperangan dan pemusnahan aliran agama lain tetap saja dilakukan ATAS NAMA KEBENARAN yang dinyatakan berasal dari buddhisme. umat buddha sekarang banyak yang menyatakan buddhisme tidak memiliki dogma, benarkah? katanya, hukum sebab akibat dan karma adalah buktinya. yeah right … sebab akibat tidak perlu dibuat sebagai hukum pun orang bisa mengerti tanpa perlu mengerti buddhisme. hukum karma? itu dogma tuh! menyatakan orang sebagai buddhis tanpa perlu meyakini hukum karma sama saja dengan menyatakan setiap orang adalah makhluk tuhan tanpa perlu orang itu untuk meyakini agama islam atau kristen, SEMUA AGAMA JUGA BEGITU. buddhisme mana ada tuhannya? agama yang ga jelas soal tuhan gitu kok diakui ada tuhannya. umat buddha yang menyatakan bahwa ajaran buddha sebagai kebenaran yang masuk akal juga gak masuk di akal. hukum karma apanya yang masuk di akal? itu cuma khayalan dan anggapan yang diyakini benar oleh umatnya, tidak ada yang masuk di akal tentang manusia yang berasal dari kecoa atau sapi di kehidupan masa lalunya.

sori uda banyak cingcong, tapi ya begitulah. setiap yang aku katakan adalah hal yang diungkapkan oleh pihak lain terhadap yang dibahas itu. tinggal dicompile dan paste aja semuanya sebenarnya. ngeliat yang terjadi pada agama agama besar sekarang tentu saja ga heran kalau banyak yang menjadi atheis dan pantheis, atau berpola pikir agnostik yang tidak meyakini seratus persen apa yang diajarkan. lucunya banyak yang salah paham akan alasan para penganut atheis, pantheis, dan agnostik sebagai orang yang tidak memahami agama atau jauh dari tuhan atau domba hilang atau anti-kris, tanpa menyadari bahwa banyak sekali yang memilih menjadi seperti itu dengan sadar bahwa agama tidak membawa jawaban apapun bagi mereka.

pertanyaannya : AGAMA ITU PILIHAN ATAU PAKSAAN? kalau bukan paksaan, bisakah umat dan pemuka agama berhenti berlagak seperti hakim terhadap yang lainnya?

#229   mat jamblang on 08.16.08 at 16:04

AGAMA ITU PILIHAN ATAU PAKSAAN? … tergantung hati ente mau menerima apa enggak.., dan pengalaman bathin ente..ngerasain apa enggak.? kalo enggak..berarti ente emang TIDAK dipilih untuk beragama. manusia yg berbuat kok agama yg disalahin..? makanya harus ngerti dulu agama…baru cuap2..
KIta sebagai manusia dibebaskan sebebas2nya utk memilih dan berfikir (maka itu kita dikasih yg namanya AKAL) oleh Allah, tetapi semua selalu ada konsekwensinya, ada resikonya baik utk kebaikan maupun kejahatan yg diperbuat oleh manusia. Ente ga ngerasa..? buktinya ente nulis disini..emang dicegah ama Allah..? enggak kan..?

“MANUSIA YG MENCARI ALLAH TAPI DIA TIDAK MEMBUTUHKAN-NYA ITU SAMA SAJA DENGAN MENCARI PEMBENARAN ATAS DIRINYA”

“ALLAH TIDAK MEMBUTUHKAN MANUSIA, TETAPI MANUSIA YG MEMBUTUHKAN ALLAH”

#230   LoL on 08.16.08 at 21:25

Percaya,,, atau tidak setiap orang2 yg menyebutkan allahakbar atau jesuschrist atau menyebutkan kepercayaan mereka didepan orang banyak dlm orasi, unjukrasa, demo,atau berbicara di media.

akan melunturkan rasa nasionalisasi kita terhadap bngs indonesia.

krn akan terbentuk bentuk rasa fanatik golongan masing2 diatas segala kepentingan.

#231   GRASSY on 08.19.08 at 19:41

Helda,

Kalau boleh tahu, apakah kamu sudah baca kitab berbagai agama yang ada? Kalau menurut saya, konflik umat yang dominan saat ini kan antara Islam vs Kristen. Dua agama ini memiliki garis sejarah yang dekat, bahkan sama pada segmen2 awal. Karena itu mungkin, sangat sensitif untuk membicarakan ini jika tidak dengan kepala dingin.

Orang seperti kamu, menurut saya sudah pada tahap realistis menghadapi fakta, bahwa agama memang memiliki prinsip yang berbeda bahkan bertentangan justru tentang ke-Tuhan-an. Seperti Yesus yang disebut sebagai Tuhan oleh umat Kristiani, sedangkan dalam Islam Yesus adalah Isa sebagai Nabi.

Saya rasa, tidak ada salahnya kita berbicara agama, tanpa perlu berkonflik. Manusia memang tidak pernah berhenti mencari kebenaran. Dan tidak perlu menunggu untuk jadi suci dulu, baru boleh ngomong agama. Jaman demokrasi gini, bebas aja membahas isu2 sensitif. Yah, paling tidak di blog ini.

Teruslah bicara, mendengar dan membaca. PEACE.

#232   .. » Blog Archive » terima kasih blogdetik.. on 08.24.08 at 09:12

[...] saat tau ada yang masuk blog pilihan atau ketika ada yang dapet banyak komentar.. hmm tapi emang topik tulisan mereka bagus sih ya udah ngalah deh.. hehe.. hanya bisa diam dan menyatakan kesalutan [...]

#233   Naura on 08.27.08 at 12:12

Agama bukan penghancur,,
Mungkin Orang nya yang sesat,,
tapi hidup tanpa agama dan Tuhan…
Sperti berjalan tanpa tujuan..
sia-Sia!!!!

#234   pinky on 08.28.08 at 13:50

Hmmm ….
Manusia justru hancur tanpa agama …
Manusia2x lah yang menghancurkan dunia …., bukan agama nya ….
PEACE … :)

#235   ketanyu on 09.11.08 at 00:47

hehe… rame ya… :D
agama emang selalu jadi topik hangat di indo kok…
walau di bicarakan ampe tua, anak cucu, ampe 7 turunan juga gak ada habisnya.

#236   ali vikram on 11.07.08 at 16:15

Kalau saya sih sejatinya agama itu merupakan tuntunan untuk mencari Kebenaran. namun banyak malpraktik sebagai mencari pembenaran. Bahkan ada sekelompok yang menganjurkan murtadin harus dibunuh sesuai pembenaran yang didapatkan . Ngeri deh

#237   Mr.Nunusaku on 11.15.08 at 16:35

Selama kita hidup dalam lingkaran setan dengan agama ciptaan Muhammad padang pasir, dunia tetap dalam peperangan.

Jika islam dilenyapkan dimukah bumi ini, manusia hidup dalam perdamaian, selagi masih berada wajah-wajah begis Muhammad dunia ini penuh dengan dara karena islam

#238   pemula untuk masalah ini on 12.19.08 at 22:37

Bagiku Tuhan itu tak terbatas dan sebuah keteraturan di alam (jadi ingat ama einsten).
.Tuhan bisa menembus segala dinding pembatas, baik waktu , ruang, atau apapunlah itu. 2 pertanyaan buat pembaca :
- apakah Tuhan itu kuat ?
- mampukah Tuhan menembus dinding yang bernama agama ?

Saya beranggapan bahwa agama hanya buatan manusia, agama apapun itu, tapi ada juga yang beranggapan agama itu buatan Tuhan (dan ketidaksependapatan itu saya hargai, karena Tuhan memberikan manusia warna yang berbeda untuk berpikir).
Tolong dibaca (maafkan saya jikalau pertanyaan ini tidak bermutu)
- Jika Ia kuat, mengapa manusia menciptakan sebuah jeruji untuk Tuhan bernama agama, bukankah kekuasaan Tuhan menjadi terbatas,
- Jika Ia kuat mengapa Ia menciptakan sebuah dinding bernama agama, apakah Ia ingin membatasi kemampuannya agar tidak overload?, mengapa Ia mengurung diri?.

Maafkan kelancangan saya sekiranya ada yang tersakiti hatinya tapi perlu saya tekankan beberapa point :
- Agama hanyalah buatan manusia ( saya lebih percaya konsep spiritualitas )
- Hubungan Tuhan dengan manusia bukanlah agama, dan agama sama sekali tidak menjembatani jurang antara Tuhan dan manusia.

@mr.nunusaku tolong jangan menjadi provokator disini,
-jika anda atheis jadi atheis yang baik. -jika anda agnostik yang baik jadilah agnostik yang baik
-jika anda menyembah kayu/batu/etc jadilah penyembah kayu/batu/etc yang baik

membuktikan ajaran agama lain salah tidak menjadikan agama yang lain benar, dan tahukah anda agama apakah yang akan disalahkan oleh kaum muslim, atas kata-kata anda diatas. Saya menghargai kebebasan berpendapat yang tidak tak terbatas, tapi tolong jagalah perasaan pemeluk agama lain, sekalipun pemeluk agama itu mengucilkan agamamu.

Pesan untuk pemuja agama
-jangan bertikai
-mata ganti mata akan membuat kita semua buta
-balas kejahatan dengan kebaikan

Terima Kasih
Kiranya Tuhan menjagamu hari/malam ini

#239   soekoen on 01.17.09 at 00:08

Agama?AGama?
Apakah agama membuat hidup manusia lebih baik? hmm, pikir lagi….
Apakah seseorang jika ingin berbuat baik, dia harus beragama terlebih dahulu?
Membela Tuhan dalam sebuah golongan agama hanyalah menciptakan TEROR bagi orang lain.
HAti2.
Buka pikiranmu, jangan2 agama digunakan sekelompok orang untuk memenuhi hasratnya (syariat, fatwa haram golput, dsb).
Bangkitlah dari kebudohan, ciptakan kebahagiaanmu sendiri.

Leave a Comment